Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Paus Leo XIV Minta Hentikan Perang di Iran, Begini Jawaban Donald Trump

        Paus Leo XIV Minta Hentikan Perang di Iran, Begini Jawaban Donald Trump Kredit Foto: Reuters
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memberikan tanggapan lugas terkait seruan gencatan senjata di kawasan Timur Tengah yang baru-baru ini digaungkan oleh Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV. 

        Ketika ditanya oleh awak media mengenai pesan apa yang ingin ia sampaikan kepada Pemimpin Takhta Suci tersebut, Trump mengaku bahwa dirinya tetap terbuka untuk berdialog. Meski demikian, ia secara gamblang menolak opsi penghentian serangan militer saat ini.

        "Anda tidak melakukan gencatan senjata ketika Anda benar-benar sedang menghancurkan pihak lawan," kata Trump.

        Sebelumnya Paus Leo melontarkan kritik tajam terhadap eskalasi konflik bersenjata yang tengah berlangsung antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. Secara khusus, ia mengecam keras penggunaan narasi agama sebagai alat legitimasi kekerasan dan aksi militer.

        Paus Leo menegaskan bahwa ajaran agama sama sekali tidak boleh digunakan untuk membenarkan peperangan dalam bentuk apa pun.

        Ia mengingatkan umat bahwa sosok Yesus adalah simbol perdamaian sejati yang tidak pernah merespons dengan kekerasan, bahkan saat menghadapi penangkapan dan penyaliban.

        "Tuhan tidak akan mendengarkan doa dari mereka yang tangannya berlumuran darah," tegas Paus Leo, merujuk pada para pemimpin yang terus mengobarkan konflik berdarah. 

        Dalam beberapa pekan terakhir, Takhta Suci terus menyuarakan desakan agar perang segera dihentikan. Paus secara lugas mengkritik taktik serangan udara yang dinilai tidak pandang bulu.

        Ia menyoroti penderitaan mendalam masyarakat sipil di Timur Tengah yang terdampak langsung oleh konflik, hingga terancam tidak dapat merayakan hari-hari besar keagamaan mereka dengan tenang.

        Pernyataan keras dari Paus Leo ini mengemuka di tengah pusaran ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

        Teguran ini merespons langsung langkah para pejabat Washington yang belakangan kerap menggunakan retorika keagamaan dalam mengiringi operasi militer mereka terhadap Teheran.

        Salah satu insiden yang memicu keprihatinan global adalah pernyataan Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth. Belum lama ini, Hegseth menjadi sorotan setelah memanjatkan doa secara terbuka agar Tuhan menimpakan azab kepada pihak-pihak yang dianggapnya tidak berhak atas belas kasih-Nya.

        Pendekatan yang menyeret sentimen agama ke dalam palagan perang inilah yang kini mendapat perlawanan tegas dari otoritas spiritual global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: