Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PT Timah Bidik 100 Koperasi untuk Tertibkan Tambang di 2026

        PT Timah Bidik 100 Koperasi untuk Tertibkan Tambang di 2026 Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Timah menargetkan pembentukan 100 koperasi tambang pada 2026, sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pertimahan, sekaligus mengakomodasi aktivitas penambangan masyarakat yang selama ini didominasi praktik ilegal.

        Direktur Utama PT Timah Restu Widiyantoro mengatakan, pembentukan koperasi menjadi salah satu strategi utama perusahaan, setelah menertibkan aktivitas tambang bersama pemerintah dan aparat.

        "Sehingga sekarang kami lakukan dan sesuai setelah berkomunikasi dengan banyak pihak, akhirnya kami sepakat untuk tahun 2025 itu memulai kegiatan menggunakan penertiban dan menggunakan koperasi."

        "Dan ini alhamdulillah awal sudah kami rasakan manfaatnya," ungkap Restu dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Selasa (31/3/2026).

        Ia mengungkapkan, hingga saat ini PT Timah membentuk tujuh koperasi yang mulai bekerja sama dalam aktivitas penambangan.

        Menurutnya, hasil awal dari pembentukan koperasi tersebut menunjukkan perkembangan positif.

        *Hasilnya cukup bagus, sehingga kami memastikan untuk tahun 2026 nanti kami paling tidak harus mempunyai 100 koperasi," ujarnya.

        Restu menjelaskan, langkah tersebut diambil karena selama bertahun-tahun aktivitas pertimahan didominasi kelompok ilegal yang sulit ditertibkan secara langsung, karena berkaitan dengan mata pencarian masyarakat.

        "Karena betul, tidak bisa karena itu berhubungan dengan perut masyarakat, sehingga tidak bisa serta-merta dengan kekerasan seperti apa pun untuk dituntaskan," jelasnya.

        Ia menambahkan, pembentukan koperasi diharapkan menjadi solusi untuk mengakomodasi penambang rakyat, sekaligus memperbaiki tata kelola industri timah nasional, khususnya di wilayah Bangka Belitung.

        Restu menegaskan, kebijakan tersebut juga sejalan dengan upaya PT Timah meningkatkan kontribusi sektor pertimahan bagi masyarakat.

        Baca Juga: PT Timah Targetkan Porsi Penjualan Domestik Naik Tiga Kali Lipat Jadi 20%

        "Karena memang seperti yang kami tayangkan di judul kami, memang timah seharusnya untuk rakyat, untuk masyarakat."

        "Jadi, bersama-sama untuk menikmati kekayaan alam yang khususnya kami dapat di Bangka Belitung," ucapnya. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: