Investor Kripto Kian Matang, Begini Nasib Harga Bitcoin Hari Ini (2/4)
Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
Harga bitcoin terus berupaya bertahan pada level terkini dalam perdagangan pagi hari di Kamis (2/4). Ia mencoba untuk tetap stabil meski pasar tengah diguncang ketidakpastian akibat perang dari Iran dan Amerika Serikat.
Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini diperdagangkan dalam level US$68.000. Pergerakan harga kripto terbesar di dunia itu terjadi seiring meningkatnya optimisme akan segera berakhirnya perang dari Teheran dan Washington di Timur Tengah.
Baca Juga: Bhutan Jual Ratusan Bitcoin Lagi, Cadangan Turun 66%
Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya bisa segera menghentikan operasi militernya terhadap Iran. Hal tersebut bisa dilakukan dalam dua hingga tiga pekan, memicu sentimen positif dalam pasar keuangan global, termasuk aset kripto.
Namun sebelumnya ia sempat memberikan peringatan keras ke Teheran. Trump mengancam akan menghancurkan berbagai fasilitas vital negara tersebut jika tak ada kesepakatan damai dengan Iran. Oleh karenanya, volatilitas perdagangan masih tinggi karena investor tetap mencermati perkembangan situasi di Timur Tengah.
Meski demikian, pasar melihat adanya kestabilan dalam bitcoin. Ia sebelumnya dikenal dengan siklus kenaikan dan penurunan ekstrem. Namun pada siklus saat ini, penurunan harga dinilai lebih terkendali.
Analis Pasar AdLunam, Jason Fernandes mengatakan jika sebelumnya bitcoin bisa mengalami koreksi hingga sembilan puluh persen dari puncaknya, kini penurunan hanya berada dalam kisaran dari 50%.
“Penurunan nilai bitcoin hingga sekitar lima puluh persen dari puncaknya ini merupakan tanda kematangan struktur pasar,” kata Fernandes.
Ia pasar menilai perubahan ini mencerminkan semakin matangnya struktur pasar kripto. Meningkatnya likuiditas dan partisipasi investor institusi disebut menjadi faktor utama yang menekan volatilitas ekstrem, baik saat harga naik maupun turun.
Dengan kondisi tersebut, pergerakan bitcoin dinilai menjadi lebih stabil dan tidak lagi terlalu dipengaruhi oleh sentimen spekulatif jangka pendek. Hal tersebut akan mendorong aliran dana masuk ke kripto.
“Seiring dengan meningkatnya likuiditas dan partisipasi institusional, volatilitas secara alami akan menurun baik di sisi atas maupun bawah. Pada titik itu, narasi bergeser dari mempertanyakan legitimasi bitcoin menjadi mengoptimalkan alokasi,” ujar Fernandes.
Baca Juga: ETF Bitcoin Murah Akan Diluncurkan Morgan Stanley, Fee Cuma 0,14%!
Ke depan, arah pergerakan bitcoin masih akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik global. Jika ketegangan mereda, bitcoin berpotensi melanjutkan penguatan. Namun, selama ketidakpastian masih tinggi, fluktuasi harga diperkirakan tetap akan terjadi dalam jangka pendek.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: