Kredit Foto: Freepik
Bhutan kembali melakukan penjualan aset kripto dalam jumlah besar, menandai percepatan pelepasan cadangan bitcoin dalam beberapa pekan terakhir. Hal ini menjadi sorotan pasar kripto global.
Dikutip dariĀ Arkham Intelligence, data menunjukkan bahwa negara tersebut telah memindahkan sekitar 519,7 BTC. Ia melanjutkan tren penjualan yang semakin intens sejak dua minggu terakhir.
Baca Juga: Bitcoin Jadi Target, Brasil Izinkan Penggunaan Aset Kripto Sitaan Demi Lawan Kejahatan
Bhutan dalam sepekan terakhir melakukan aktivitas transaksi bitcoin dengan sangat aktif. Salah satu transaksi terbesar mencapai sekitar 595,8 BTC. Ia menjadi pemindahan tunggal terbesar sepanjang tahun ini.
Selain itu, tercatat pula beberapa transaksi lain dengan jumlah signifikan, termasuk ratusan bitcoin yang dikirim ke berbagai alamat eksternal, serta sebagian ke alamat deposit milik QCP Capital.
QCP Capital disebut sebagai pihak yang paling sering menjadi tujuan transfer, mengindikasikan kemungkinan adanya hubungan transaksi over-the-counter (OTC) untuk penjualan terstruktur, bukan sekadar likuidasi acak di pasar terbuka.
Cadangan Bitcoin Bhutan sebelumnya mencapai puncak sekitar 13.000 BTC di 2024. Namun jumlah tersebut terus menyusut secara signifikan. Saat ini, kepemilikan bitcoin negara tersebut diperkirakan hanya tersisa sekitar 4.453 BTC. Ia turun sekitar 66%. Penurunan ini mencerminkan strategi monetisasi aset kripto yang agresif oleh Bhutan.
Bhutan diketahui membangun cadangan bitcoin melalui aktivitas penambangan berbasis energi hidroelektrik yang didukung negara. Dengan biaya produksi yang sangat rendah, hampir seluruh Bitcoin yang dijual menjadi keuntungan langsung bagi negara.
Ekonomi Bhutan sendiri sangat bergantung pada ekspor listrik ke India. Hal tersebut membuat pemanfaatan energi untuk penambangan kripto menjadi salah satu strategi diversifikasi pendapatan.
Pada Desember 2024, Bhutan pernah mengumumkan komitmen untuk mengalokasikan hingga 10.000 BTC. Hal itu dilakukan guna mendukung proyek pembangunan dari Gelephu Mindfulness City. Namun rencana tersebut sepertinya akan sulit direalisasikan tanpa menghentikan atau membalikkan tren penjualan saat ini.
Baca Juga: Amerika Serikat Bilang China Diam-diam Kirim Alat Pembuat Chip ke Iran
Penjualan bitcoin oleh negara dalam jumlah besar berpotensi memberikan tekanan pada pasar, terutama jika dilakukan secara berkelanjutan. Langkah Bhutan ini menjadi indikator penting bahwa institusi negara pun mulai aktif mengelola dan mencairkan aset kripto mereka di tengah dinamika pasar global.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: