- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
Perluas Bisnis, Sari Roti (ROTI) Bakal Sulap Limbah Roti Jadi Pakan Ternak
Kredit Foto: Istimewa
PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI) tengah menyiapkan langkah ekspansi bisnis. Emiten produsen Sari Roti ini berencana menambah kegiatan usaha baru di bidang KBLI 10801 atau industri ransum makanan hewan.
Langkah ini memungkinkan ROTI untuk masuk ke bisnis pakan ternak, unggas, ikan, hingga hewan lainnya. Menariknya, strategi ini akan memanfaatkan roti sisa produksi yang tidak terjual untuk diolah menjadi tepung pakan ternak.
"Perseroan saat ini bergerak di bidang usaha industri produk roti dan kue, kemudian berencana untuk meningkatkan kinerjanya dengan menambahkan kegiatan usaha berupa Industri ransum makanan hewan. Perseroan menciptakan nilai tambah dengan memanfaatkan roti sisa hasil produksi dan tidak terjual untuk menghasilkan produk tepung pakan ternak," kata manajemen.
Dalam implementasinya, Perseroan akan memproduksi sendiri tepung pakan tersebut melalui fasilitas pabrik ransum makanan hewan, didukung tenaga kerja yang kompeten serta pasokan bahan baku yang memadai.
Manajemen menegaskan bahwa penambahan lini bisnis ini tidak akan mengganggu kegiatan utama Perseroan yang saat ini bergerak di industri roti dan kue. Sebaliknya, langkah ini justru diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus menciptakan sumber pendapatan baru.
Dari sisi regulasi, ROTI akan mengurus izin usaha industri ransum pakan hewan dari Kementerian Perindustrian RI, dengan target penyelesaian pada tahun 2026. Perseroan berkomitmen untuk mengantongi izin tersebut sebelum memulai operasional bisnis baru ini.
Secara proyeksi, kontribusi pendapatan dari bisnis pakan ternak ini diperkirakan mencapai sekitar 1,1% dari total pendapatan Perseroan di tahun 2025.
Baca Juga: Chandra Asri Perbesar Bisnis, Siap Tumbuh Berkelanjutan
Baca Juga: Penjualan CLEO Naik Jadi Rp2,82 Triliun di 2025, tapi Laba Terpangkas 17,9%
"Proyeksi kontribusi pendapatan dari bidang usaha Industri Ransum Makanan Hewan tahun 2026 diperkirakan mencapai sekitar 1,1% dari pendapatan Perseroan di tahun 2025 sebelum penambahan kegiatan usaha," ujar manajemen.
Untuk merealisasikan rencana ini, Perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan berlangsung pada 7 April 2026 melalui sistem eASY.KSEI yang difasilitasi oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: