Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        IHSG Sepekan Tertekan Sentimen Geopolitik, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp12.305 Triliun

        IHSG Sepekan Tertekan Sentimen Geopolitik, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp12.305 Triliun Kredit Foto: Annisa Nurfitri
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kinerja perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 30 Maret hingga 2 April 2026 menunjukkan pergerakan yang cenderung bervariasi. Sejumlah indikator mengalami peningkatan, namun sebagian lainnya justru terkoreksi.

        Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, mengungkapkan bahwa rata-rata frekuensi transaksi harian mengalami kenaikan sebesar 3,08% menjadi 1,78 juta kali transaksi, dibandingkan 1,73 juta kali transaksi pada pekan sebelumnya.

        Namun, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan terkoreksi sebesar 0,99% dan ditutup di level 7.026,782, turun dari posisi 7.097,057 pada pekan sebelumnya.

        Sejalan dengan pelemahan indeks, kapitalisasi pasar BEI juga mengalami penurunan sebesar 1,69% menjadi Rp12.305 triliun dari Rp12.516 triliun pada periode sebelumnya.

        "Perubahan turut dialami oleh rata-rata volume transaksi harian BEI pada pekan ini, yaitu sebesar 8,62% menjadi 25,87 miliar lembar saham dari 28,31 miliar lembar saham pada pekan sebelumnya," ujar Kautsar.

        Penurunan lebih dalam terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian yang merosot 36,69% menjadi Rp14,77 triliun dari Rp23,33 triliun.

        Dari sisi aliran dana, investor asing masih mencatatkan aksi jual bersih. Pada perdagangan Kamis (2/4), net sell asing mencapai Rp813,51 miliar. Secara kumulatif sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai Rp33,83 triliun.

        Di tengah dinamika tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan bahwa kondisi pasar modal domestik tetap solid.

        Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa tekanan terhadap IHSG lebih banyak dipengaruhi faktor eksternal yang juga dirasakan oleh pasar global.

        “Tentu ini juga menunjukkan dan mencerminkan dinamika eksternal dibanding apa yang merupakan respons atas kondisi fundamental domestik semata,” ujar Hasan dalam konferensi pers di BEI, Jakarta, Kamis (2/4/2026).

        Sentimen geopolitik memang masih membayangi pergerakan pasar. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali memperingatkan kelanjutan operasi militer negaranya terhadap Iran.

        Baca Juga: Pidato Trump Tekan Pasar, IHSG Hari Ini Ditutup Jeblok 2,19% ke 7.026

        Baca Juga: BEI-KSEI Ungkap 9 Saham yang Masuk Kategori Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi

        Ia menegaskan bahwa dalam beberapa pekan ke depan, Amerika Serikat akan mengintensifkan serangan dengan tujuan melemahkan kemampuan Iran dalam menunjukkan kekuatan militernya di luar wilayahnya serta mencegah kepemilikan senjata nuklir.

        "Kita akan menggempur mereka habis-habisan dalam dua hingga tiga minggu ke depan dan kita akan mengembalikan mereka ke Zaman Batu, tempat yang pantas bagi mereka," kata Trump.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: