Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Ekspansi Logistik, PTBA Bidik Produksi 65 Juta Ton Tahun Depan

        Ekspansi Logistik, PTBA Bidik Produksi 65 Juta Ton Tahun Depan Kredit Foto: PT Bukit Asam Tbk
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memacu target produksi batubara secara agresif seiring dengan tuntasnya sejumlah proyek infrastruktur logistik strategis. Anggota Holding MIND ID ini memproyeksikan lompatan produksi hingga mencapai kisaran 65 juta ton pada tahun depan, serta menargetkan kapasitas mendekati 100 juta ton pada tahun 2030.

        Direktur Utama PTBA, Arsal Ismail, mengungkapkan bahwa hingga kuartal III-2025, perseroan telah mencatatkan kinerja operasional yang solid dengan volume produksi mencapai 35,9 juta ton. Angka ini mencerminkan pertumbuhan sebesar 9% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

        “Sampai dengan triwulan 3 tahun 2025 kami berhasil memproduksi batubara sebesar 35,9 juta ton. Ini naik sekitar 9% kalau dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu,” ujar Arsal dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Jakarta, dikutip Minggu (5/4/2026).

        Arsal menjelaskan, optimisme perseroan untuk meningkatkan produksi secara signifikan didorong oleh progres pembangunan angkutan batubara jalur Tanjung Enim ke Kramasan. Proyek yang dikerjakan bersama PT KAI ini telah mencapai progres fisik 84% dan dijadwalkan beroperasi dalam waktu dekat dengan tambahan kapasitas angkut hingga 20 juta ton per tahun.

        “Jadi kami nanti akan mungkin tahun depan nanti kalau sudah beroperasional produksi kami akan nambah lagi 20 juta ton per tahun sehingga kami harapkan di tahun depan di atas 60 juta atau sekitar 65 juta ton per tahun,” tegas Arsal merinci proyeksi pertumbuhan volume perseroan.

        Baca Juga: Gandeng PGN, PTBA Bidik Produksi Syngas 240 BBTUD dari 9 Juta Ton Batubara

        Baca Juga: PTBA Kantongi Laba Bersih Rp2,93 Triliun di 2025

        Baca Juga: PTBA Minta Tambang Ilegal Diberantas dan Evaluasi Kebijakan DMO

        Lebih lanjut, Arsal memaparkan peta jalan jangka panjang perseroan untuk mencapai skala ekonomi yang lebih besar. Melalui optimalisasi pelabuhan Kertapati dengan tambahan kapasitas minimum 7 juta ton, PTBA menargetkan posisi produksi yang jauh lebih kuat di akhir dekade ini.

        “Sehingga kami harapkan nanti di tahun 2030 kami sudah bisa mencapai produksi hampir mendekati 100 juta ton,” tambahnya.

        Dominasi Pasar Domestik

        Sejalan dengan kenaikan produksi, volume penjualan perseroan juga terkerek naik 8% menjadi 33,7 juta ton per triwulan III-2025. Dari total volume tersebut, PTBA secara konsisten memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi dalam negeri (DMO) sebesar 55% dari total penjualan.

        Kendati volume produksi terus menanjak, Arsal mengakui adanya tantangan dari sisi profitabilitas akibat koreksi harga batubara global yang cukup drastis. Namun, peningkatan volume produksi dan optimalisasi bauran pasar (market mix) menjadi strategi kunci perseroan untuk memitigasi tekanan terhadap laba bersih.

        Guna memastikan target 65 juta ton tersebut tercapai tanpa kendala operasional, Arsal mengharapkan dukungan pemerintah dalam aspek teknis logistik, seperti izin operasional Sungai Musi selama 24 jam serta pemberantasan pertambangan tanpa izin (PETI) di wilayah IUP perseroan.

        Strategi peningkatan produksi ini merupakan bagian dari Dual Track Strategy PTBA dalam menjaga keberlanjutan bisnis pertambangan sebagai mesin arus kas, sembari mendanai transformasi ke sektor hilirisasi dan energi baru terbarukan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: