Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Korea Utara Mulai Jauhi Iran, Buka Peluang Hubungan dengan Amerika Serikat

        Korea Utara Mulai Jauhi Iran, Buka Peluang Hubungan dengan Amerika Serikat Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Korea Utara dilaporkan mulai mengambil jarak dari sekutu lamanya yakni Iran. Hal tersebut menyusul konflik dari negara tersebut dan adanya peluang hubungan baru dengan Amerika Serikat.

        Badan Intelijen Korea Selatan (NIS), menyebut bahwa negara tetangganya itu tidak mengirimkan senjata atau bantuan menuju Iran. Padahal negara tersebut tengah memiliki konflik dengan Washington di Timur Tengah.

        Baca Juga: Nyaris Gagal hingga Terjebak, Detik-detik Penyelamatan Pilot Amerika Serikat di Iran

        Korea Utara juga tidak menyampaikan belasungkawa atas Kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ia juga tidak memberikan ucapan selamat kepada penerusnya, Mojtaba Khamenei. Sikap ini berbeda dengan yang ditunjukkan oleh China dan Rusia.

        "Pyongyang juga tidak mengirimkan pesan ucapan selamat ketika pemimpin terbaru negara itu terpilih atau diumumkan oleh Iran," kata NIS.

        Kementerian Luar Negeri Korea Utara tercatat hanya mengeluarkan dua pernyataan yang bernada lebih moderat terkait konflik tersebut. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk menghindari kritik langsung terhadap Presiden Amerika Serikat. Donald Trump.

        NIS menilai sikap tersebut sebagai persiapan menghadapi kemungkinan perubahan dinamika geopolitik, termasuk potensi pertemuan antara Presiden China Xi Jinping dan Trump. Korea Utara menurutnya tengah bersiap membuka hubungan baru dengan Amerika Serikat.

        "NIS menilai pengekangan ini sebagai persiapan untuk mengamankan ruang diplomatik baru setelah pertemuan puncak yang diantisipasi  antara Presiden China, Xi Jinping dan Trump," kata NIS.

        Dalam Kongres Partai Buruh Korea Utara, Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un sempat menyampaikan bahwa tidak ada alasan bagi negaranya untuk tidak menjalin hubungan baik dengan Amerika Serikat.

        Namun, ia menekankan bahwa hal tersebut bergantung pada pengakuan mereka terhadap status nuklir Korea Utara. Ia juga menantikan perubahan kebijakan yang dianggap bermusuhan dari Washington.

        Kim menegaskan bahwa status negaranya sebagai negara bersenjata nuklir bersifat permanen dan tidak dapat ditukar dengan bantuan ekonomi, kaminan keamanan maupun kesepakatan internasional.

        Baca Juga: Iran Sebut Trump Dikelabui Netanyahu, Amerika Serikat Bakal 'Dibawa' ke Neraka

        Pyongyang juga menegaskan bahwa pengembangan nuklir merupakan kunci utama untuk menjamin keberlangsungan dari Korea Utara. Kim menyebut penguatan deterrence nuklir defensif sebagai langkah penting untuk keamanan nasional dan stabilitas dari Semenanjung Korea.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: