Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Kritik IAEA: Bencana Nuklir Bisa Muncul Akibat Serangan Amerika Serikat

        Iran Kritik IAEA: Bencana Nuklir Bisa Muncul Akibat Serangan Amerika Serikat Kredit Foto: Reuters/Lisi Niesner
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Iran mengecam sikap dari International Atomic Energy Agency (IAEA). Hal ini terkait dengan tidak adanya tindakan konkret dari lembaga tersebut atas serangan terhadap fasilitas nuklir dariĀ Bushehr Nuclear Power Plant (PLTN).

        Kepala Organisasi Energi Atom Iran, Mohammad Eslami menyatakan bahwa kurangnya tindakan konkret dari lembaga itu telah mendorong agresi dari Israel dan Amerika Serikat. Keduanya menurutnya telah semakin berani melakukan serangan terhadap instalasi nuklir.

        Baca Juga: Dibombardir Amerika Serikat, Kepala Intelijen Garda Revolusi Iran Tewas

        Eslami mengungkapkan bahwa pembangkit listrik tenaga nuklir negaranya telah menjadi sasaran serangan sebanyak empat kali. Serangan terbaru yang terjadi di sekitar fasilitas tersebut pada 4 April. Ia dilaporkan menewaskan seorang petugas keamanan dan melukai sejumlah lainnya.

        Menurut Eslami, serangan terhadap reaktor yang masih beroperasi berpotensi menyebabkan kebocoran material radioaktif. Ia memperingatkan bahwa insiden semacam itu dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak dapat diperbaiki, baik bagi manusia, lingkungan maupun negara-negara tetangga.

        Iran menilai serangan terhadap fasilitas nuklir merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional. Eslami juga mengkritik respons lembaga dunia yang dinilai hanya sebatas pernyataan keprihatinan tanpa langkah konkret untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

        Pernyataan ini menambah kekhawatiran internasional terkait keselamatan fasilitas nuklir di tengah konflik yang terus berlangsung. Serangan terhadap infrastruktur nuklir dinilai sebagai salah satu risiko paling serius dalam konflik modern, mengingat dampaknya yang bisa meluas lintas negara dan berlangsung dalam jangka panjang.

        Sebelumnya, Perusahaan Nuklir Rusia, Rosatom mengevakuasi tambahan stafnya dari pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) dari Bushehr di Iran. Evakuasi ini merupakan bagian dari langkah berkelanjutan sejak pecahnya konflik dari Teheran, Israel dan Amerika Serikat.

        Kepala Rosatom, Alexei Likhachev menyebut situasi sekitar lokasi berkembang menuju skenario terburuk menyusul meningkatnya risiko keamanan di sekitar fasilitas nuklir tersebut.

        Badan Energi Atom Internasional, International Atomic Energy Agency, sebelumnya melaporkan bahwa seorang petugas perlindungan fisik di fasilitas tersebut tewas akibat serpihan proyektil. Korban tewas dalam insiden tersebut diketahui merupakan warga negara dari Iran.

        Baca Juga: Proposal Islamabad Accord Muncul, Bisa Damaikan Iran dan Amerika Serikat

        Selain itu, sebuah bangunan di area terkait juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat gelombang kejut dan pecahan material dari serangan. Rosatom menyatakan telah melaporkan perkembangan situasi dalam pembangkit listrik tenaga nuklir terkait kepada Presiden Rusia, Vladimir Putin.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: