Kredit Foto: Istimewa
Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menyebut tuntutan Amerika Serikat sebagai penyebab utama gagalnya negosiasi perdamaian antara kedua negara yang digelar di Pakistan.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi pada Senin (27/4), tak lama setelah tiba di Rusia untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin.
Menurut Araghchi, proses negosiasi sebelumnya sempat menunjukkan kemajuan dan membuka harapan, namun akhirnya menemui jalan buntu akibat pendekatan yang diambil Washington.
Ia menegaskan kegagalan tersebut disebabkan tuntutan yang dinilai berlebihan dari pihak Amerika Serikat.
Baca Juga: Trump Ogah Kirim Delegasi Berunding dengan Iran: '18 Jam Perjalanan'
Di tengah kebuntuan diplomasi, Araghchi juga menyoroti meningkatnya ketegangan di kawasan perairan strategis, khususnya di Selat Hormuz. Ia menyebut keamanan jalur pelayaran di wilayah tersebut sebagai isu global yang penting.
Sementara itu, agenda kunjungannya ke Moskow difokuskan pada penguatan hubungan bilateral Iran dan Rusia, serta pembahasan isu-isu keamanan regional, termasuk dinamika konflik di Timur Tengah dan upaya menjaga stabilitas di kawasan Teluk.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: