Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lo Kheng Hong Makin Agresif Borong Saham GJTL, Kepemilikan Tembus 6,30%

        Lo Kheng Hong Makin Agresif Borong Saham GJTL, Kepemilikan Tembus 6,30% Kredit Foto: Youtube
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Aksi akumulasi saham kembali dilakukan investor kawakan Lo Kheng Hong. Pada awal April 2026, ia kembali menambah kepemilikan di salah satu emiten jagoannya PT Gajah Tunggal Tbk (GJTL), melanjutkan tren akumulasi yang sudah berlangsung sejak awal tahun.

        Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per Selasa, 7 April 2026, Lo Kheng Hong membeli 1.240.000 lembar saham GJTL pada 2 April 2026 setelah sehari sebelumnya pada 1 April memborong 200.000 saham. Dengan tambahan tersebut, total kepemilikannya kini mencapai 219,47 juta lembar atau setara 6,30%.

        Aksi ini bukan terjadi secara tiba-tiba. Sepanjang Maret 2026, investor yang kerap dijuluki Warren Buffett Indonesia itu tercatat sangat aktif mengoleksi saham GJTL. Pada 31 Maret saja, ia menambah 2.554.300 lembar saham sehingga total kepemilikannya menjadi 218,03 juta saham atau 6,26%.

        Jika ditelusuri lebih detail, aktivitas akumulasi berlangsung hampir sepanjang bulan. Pada 30 Maret, ia membeli 150.000 saham sebanyak dua kali. Lalu pada 27 Maret, ia mengakumulasi dalam jumlah besar yakni 5 juta saham. Sebelumnya lagi, terdapat pembelian 80.000 saham pada 17 Maret serta 350.000 saham pada 3 Maret.

        Tren belanja saham ini bahkan sudah dimulai sejak Februari 2026. Pada 25 Februari, Lo Kheng Hong tercatat membeli 1.398.400 lembar saham GJTL. Jumlah yang sama juga diborong pada 23 Februari, disertai sejumlah pembelian lain sejak Januari yang secara konsisten menambah porsi kepemilikannya.

        Dengan konsistensi akumulasi tersebut, posisi Lo Kheng Hong di saham GJTL terus menguat, mencerminkan keyakinannya terhadap prospek jangka panjang emiten tersebut.

        Di lantai bursa, saham GJTL ditutup turun -1,35% ke Rp1.095 pada perdagangan Selasa (7/4). Dalam sepekan terakhir, sahamnya tercatat menanjak 3,79% dan melesat 4,78% sepanjang tahun berjalan. 

        Baca Juga: Laba Emiten Jagoan Lo Kheng Hong (DILD) Anjlok 63% di 2025, Ini Biang Keroknya

        Baca Juga: Lo Kheng Hong Tambah Koleksi Saham GJTL, Rogoh Rp1,5 Miliar

        Sebagai informasi, PT Gajah Tunggal Tbk merupakan salah satu produsen ban terbesar di kawasan Asia Tenggara. Perusahaan ini didirikan pada 1951 dan awalnya memulai bisnis dengan memproduksi ban sepeda.

        Seiring waktu, perusahaan terus melakukan ekspansi lini produk. Pada 1971, Gajah Tunggal mulai memproduksi ban sepeda motor, kemudian pada 1981 merambah produksi ban bias untuk mobil penumpang dan kendaraan komersial. Memasuki awal 1990-an, perusahaan mulai memproduksi ban radial untuk mobil penumpang maupun truk.

        Saat ini, Gajah Tunggal memproduksi serta mendistribusikan berbagai jenis ban berkualitas tinggi, mulai dari mobil penumpang, SUV/truk ringan, kendaraan off-road, hingga sepeda motor. Selain itu, Perseroan juga memproduksi berbagai produk turunan karet lainnya seperti karet sintetis, benang ban, ban dalam, flap, hingga o-ring.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: