Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
Bursa Efek Indonesia kembali menghentikan sementara perdagangan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) setelah mencatatkan lonjakan harga yang signifikan dalam waktu singkat.
Sebelumnya, saham YPAS sempat disuspensi pada Selasa (7/4), kemudian dibuka kembali pada Rabu (8/4). Namun, tak lama berselang, BEI kembali mengambil langkah serupa dengan menghentikan perdagangan saham tersebut mulai sesi I tanggal 9 April 2026 hingga waktu yang belum ditentukan.
"Sehubungan dengan terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) dan sebagai bentuk perlindungan bagi Investor, PT Bursa Efek Indonesia memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) di Pasar Reguler dan Pasar Tunai mulai sesi I tanggal 9 April 2026 sampai dengan pengumuman Bursa lebih lanjut," tulis BEI dalam pengumumannya.
Pada perdagangan terakhir sebelum suspensi, yakni Rabu (8/4), saham YPAS ditutup menguat tipis 0,29% ke level Rp1.735. Meski kenaikannya terlihat moderat dalam satu hari, secara kumulatif pergerakannya cukup mencolok, dengan lonjakan 24,82% dalam sepekan dan bahkan melesat hingga 215,45% dalam sebulan.
Kondisi ini membuat BEI perlu melakukan cooling down guna menjaga stabilitas pasar serta melindungi investor dari potensi risiko akibat volatilitas harga yang tinggi. Suspensi ini juga bertujuan memberikan waktu bagi pelaku pasar untuk mencerna informasi yang tersedia sebelum mengambil keputusan investasi.
Baca Juga: Pasca Terbang 4% Lebih, IHSG Hari Ini Kamis (9/4) Dibuka ke Zona Merah
Baca Juga: Usai Loncat 4,42%, Simak Proyeksi IHSG dan Rekomendasi Saham Kamis (9/4)
Bursa turut mengingatkan agar seluruh pihak yang berkepentingan tetap mencermati setiap keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Perseroan. Langkah ini penting agar keputusan investasi yang diambil tetap berbasis data dan tidak semata-mata mengikuti pergerakan harga yang fluktuatif.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Belinda Safitri
Editor: Belinda Safitri
Tag Terkait: