Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pendapatan Iklan Turun, Rugi MDTV (NETV) Bengkak Jadi Rp286 Miliar di 2025

        Pendapatan Iklan Turun, Rugi MDTV (NETV) Bengkak Jadi Rp286 Miliar di 2025 Kredit Foto: MD Television
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT MDTV Media Technologies Tbk (NETV) harus menelan pil pahit sepanjang 2025. Emiten media ini mencatat rugi neto tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp286,02 miliar, bengkak 264,55% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp78,45 miliar.

        Seiring membengkaknya kerugian, rugi per saham dasar juga ikut terdampak, naik menjadi Rp6,92 dari sebelumnya Rp2,96. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang cukup berat terhadap kinerja Perseroan dalam setahun terakhir.

        Dari sisi top line, pendapatan NETV turut mengalami penurunan signifikan. Sepanjang 2025, pendapatan hanya mencapai Rp82,94 miliar, merosot jauh dari Rp209,72 miliar pada tahun sebelumnya.

        Mayoritas pendapatan masih ditopang oleh iklan televisi sebesar Rp75,78 miliar, turun dari Rp153,65 miliar. Diikuti iklan digital Rp5,74 miliar dari Rp20,24 miliar, serta pendapatan lain-lain Rp1,41 miliar dari sebelumnya Rp35,83 miliar. 

        Di tengah penurunan pendapatan, beban justru mengalami tekanan berbeda. Beban materi program dan siaran tercatat meningkat menjadi Rp198,86 miliar dari sebelumnya Rp172,91 miliar. Akibatnya, Perseroan membukukan rugi kotor Rp115,92 miliar, berbalik tajam dari laba kotor Rp36,81 miliar pada periode sebelumnya.

        Sementara itu, sejumlah pos beban menunjukkan penurunan. Beban umum dan administrasi turun menjadi Rp113,24 miliar dari Rp265,12 miliar. Beban keuangan juga menyusut signifikan menjadi Rp3,04 miliar dari Rp91,12 miliar, serta kerugian penjualan aset tetap berkurang menjadi Rp4,97 miliar dari Rp31,08 miliar.

        Namun, tekanan tetap terasa dari sisi lain. Beban lain-lain justru berubah drastis menjadi Rp42,78 miliar dari sebelumnya mencatat pendapatan Rp258,45 miliar.

        Di sisi lain, pendapatan bunga meningkat menjadi Rp1,44 miliar dari Rp187,54 juta, sementara keuntungan selisih kurs berbalik positif menjadi Rp96,05 juta dari sebelumnya rugi Rp511,6 juta. Pemulihan kerugian penurunan nilai piutang usaha juga turun menjadi Rp264,34 juta dari Rp8,13 miliar.

        Baca Juga: Berkat Efisiensi Biaya, Platinum Wahab Nusantara Sukses Tekan Kerugian

        Baca Juga: Pendapatan Negara Tumbuh, tapi Tidak Merata di Semua Sektor

        Dari sisi neraca, total aset NETV tercatat menyusut menjadi Rp857,5 miliar dari Rp1,04 triliun. Liabilitas justru meningkat menjadi Rp468,95 miliar dari Rp369,47 miliar, sementara ekuitas turun cukup dalam menjadi Rp388,55 miliar dari Rp675,39 miliar.

        Kondisi ini menunjukkan bahwa sepanjang 2025, NETV masih menghadapi tekanan berat baik dari sisi pendapatan maupun struktur keuangan, yang berdampak langsung pada memburuknya kinerja secara keseluruhan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: