- Home
- /
- New Economy
- /
- Energi
Danantara Pastikan PSEL Aman Dibangun Berdampingan dengan Pemukiman Warga
Kredit Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Danantara melalui anak usahanya, PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), memastikan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL/WTE) yang sedang dikembangkan di Indonesia, sepenuhnya aman bagi masyarakat.
Teknologi ini diklaim ramah lingkungan, sehingga tidak menjadi masalah jika dibangun dekat kawasan pemukiman warga.
Lead of Waste-to-Energy Danantara Investment Management Fadli Rahman menjelaskan, kekhawatiran masyarakat mengenai polusi udara atau bau dari pabrik pengolahan sampah, telah diantisipasi dengan penggunaan teknologi mutakhir bernama air pollutant controlled incinerators.
“Seharusnya, kalau memang teknologi ini berjalan, tidak masalah mau itu jaraknya 5 kilo, 3 kilo, bahkan berdampingan dengan pemukiman di sekitarnya."
"Karena ini kan sekali lagi air tight ya harusnya, vakum ya."
"Tidak ada udara yang keluar,” ungkap Fadli dalam Coffee Afternoon, di Wisma Danantara, Jakarta, Kamis (9/4/2026).
Bebas Dioksin dan Lebih Bersih dari Udara Terbuka
Fadli memaparkan, perbedaan utama antara PSEL Danantara dengan insinerasi biasa adalah pada kesempurnaan pembakarannya.
PSEL menggunakan suhu di atas 850 derajat Celcius yang secara teknis mampu mengurai dioksin, sehingga zat berbahaya tersebut tidak terbentuk.
Selain itu, asap hasil pembakaran melewati proses penyaringan berkali-kali sebelum dibiarkan ke udara.
Fadli mengeklaim standar emisi yang dihasilkan bahkan lebih tinggi dari standar nasional (SNI) dan melampaui standar Eropa.
“Udara yang keluar dari PSEL kita itu justru bisa dua kali lipat lebih baik dibandingkan udara di lokasi kita saat ini."
"Di beberapa negara, fasilitas seperti ini bahkan bisa menjadi tempat olahraga karena saking bersihnya,” tambahnya.
Solusi Darurat Sampah Nasional
MD Stakeholders Management & Communications Danantara Indonesia Rohan Hafas menekankan urgensi proyek ini, mengingat Indonesia sudah masuk status darurat sampah.
Ia mencontohkan kondisi tumpukan sampah di Bantargebang yang mencapai ketinggian 40-50 meter.
“Ini adalah langkah pertama kita untuk mengurusi sampah secara benar."
"Selama ini sampah hanya ditimbun atau dibuang ke kali."
"Dengan PSEL, ekologi yang negatif dari sampah seperti penyakit dan polusi udara akan hilang."
"Niatannya adalah agar habitat tempat tinggal kita lebih segar dan bersih,” jelas Rohan.
Dukungan Pemda dan Masyarakat
Meski secara teknologi sangat aman, Fadli menekankan keberhasilan PSEL sangat bergantung pada komitmen Pemerintah Daerah (Pemda) dan dukungan masyarakat sekitar.
Lokasi pembangunan tetap akan ditentukan oleh Pemda setempat dengan kewajiban melakukan sosialisasi kepada masyarakat terlebih dahulu.
Saat ini, proyek PSEL tahap pertama akan segera memulai konstruksi di tiga lokasi (Bali, Bekasi, dan Bogor) pada akhir Juni mendatang.
Baca Juga: Menteri LH Percepat PSEL, Ubah Timbulan Sampah Jadi Energi Bersih
Proyek ini diharapkan menjadi katalis bagi pengelolaan sampah terintegrasi di Indonesia.
Danantara menargetkan fasilitas PSEL ini mulai beroperasi penuh (COD) pada akhir 2027 atau awal 2028, dengan masa kontrak kerja sama selama 30 tahun. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: