Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ultimatum Prabowo ke Pengusaha: Keruk Kekayaan RI, Jangan Parkir Dana di Luar Negeri!

Ultimatum Prabowo ke Pengusaha: Keruk Kekayaan RI, Jangan Parkir Dana di Luar Negeri! Kredit Foto: Sekretariat Kabinet
Warta Ekonomi, Cilacap -

Presiden Prabowo Subianto melontarkan teguran keras terhadap pelaku usaha yang menikmati konsesi sumber daya alam namun tidak menempatkan devisa hasil usahanya di dalam negeri. Hal tersebut ditegaskan Presiden saat meresmikan groundbreaking Hilirisasi Nasional Tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Rabu (29/4/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti ketimpangan nasionalisme di kalangan pemain komoditas yang selama ini didukung penuh oleh fasilitas negara. Ia menegaskan tidak akan lagi memberikan toleransi terhadap praktik yang merugikan likuiditas nasional tersebut.

"Sudah terlalu lama sumber daya ekonomi kita, sumber daya alam kita dikuasai oleh pedagang-pedagang yang saya pertanyakan nasionalisme mereka. Kita kasihm konsesi tambang, kita kasih konsesi perkebunan, kita kasih lagi kredit dari bank pemerintah milik rakyat, tapi mereka begitu berhasil, hasil usahanya tidak ditempatkan di Indonesia," tegas Presiden Prabowo secara lugas.

Baca Juga: Prabowo Targetkan 6 Fase Hilirisasi Rampung Tahun ini

Menurutnya, pola hubungan ekonomi yang hanya mengeksploitasi tanpa retensi kekayaan di dalam negeri harus segera diakhiri. "Saya sebagai mandataris, sebagai yang diberi kepercayaan oleh rakyat Indonesia, saya tidak mau meneruskan hal-hal seperti ini. Saya menginginkan sumber kekayaan bangsa Indonesia harus di tangan bangsa Indonesia dan harus dinikmati oleh rakyat Indonesia," imbuhnya.

Ultimatum untuk Teknokrat & Pengusaha

Tak hanya menyasar pengusaha, Presiden juga memberikan peringatan kepada para ilmuwan dan teknokrat yang bekerja di sektor-sektor strategis. Ia meminta merekamuntuk menjadi "profesor merah putih" yang membela kepentingan rakyat, bukan menjadi alat untuk melegalkan pelarian kekayaan negara.

"Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menipu rakyat dan bangsa. Jangan kepandaianmu kau pakai untuk menutupi korupsi dan perampokan. Saya tidak akan toleransi mereka yang tidak patriotik. Sepintar apa pun kau, kalau kau tidak bela bangsamu sendiri, tidak ada tempat di sekitar saya. Carilah orang lain," kata Prabowo memberikan pesan ultimatum.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Fajar Sulaiman