Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Trump Dinilai Sudah Nistakan Agama: Kecam Paus Leo Hingga Posting Gambar Dirinya Bagai Tuhan

        Trump Dinilai Sudah Nistakan Agama: Kecam Paus Leo Hingga Posting Gambar Dirinya Bagai Tuhan Kredit Foto: Truth Social
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Amerika Serikat dibuat heboh oleh postingan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Ia mengunggah gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan dirinya dalam pose menyerupai figur religius seperti Yesus. Hal itu terjadi tak lama usai ia mengecam sosok dari Paus Leo.

        Trump mengunggah post tersebut pada Minggu. Dalam gambar bergaya lukisan tersebut, ia terlihat mengenakan jubah putih, memegang bola bercahaya, dan menyentuh kepala seorang pria seperti sedang menyembuhkan.

        Baca Juga: Akan Terus Kecam Operasi Amerika Serikat, Balasan Paus Leo ke Trump: Jangan Salahgunakan Pesan Injil

        Latar belakang menampilkan elemen simbolik seperti kembang api, jet tempur, elang hingga Patung Liberty. Visual ini memicu interpretasi bahwa Trump digambarkan sebagai figur ilahi. Unggahan tersebut akhirnya dihapus pada Senin.

        Namun postingan itu terlanjur viral dan mengundang kecaman dari berbagai pihak. Profesor Sejarah Seni University of Michigan, Brendan McMahon menyoroti bagaimana gambar tersebut menggambarkan sang presiden bermandikan cahaya terang yang digunakan untuk menandakan keilahian dalam banyak karya seni religius selama berbagai abad. Cahaya juga terpancar dari tangan Trump.

        "Ini meminjam dari tradisi panjang citra dalam agama sebagai penyembuh. Dari segi gaya, tampaknya ini mengarah pada realisme sosial periode antarperang di Amerika Serikat," kata McMahon.

        Adapun Dewan Penasihat Pemuda Komite Nasional Partai Republik Amerika Serikat, Brilyn Hollyhand menilai bahwa sang presiden telah melakukan penistaan agama. Ia menurutnya tidak menghormati ajaran dari Kristen.

        “Ini adalah penghujatan yang sangat besar. Iman bukanlah alat peraga. Trump tidak perlu menggambarkan dirinya sebagai penyelamat ketika rekam jejaknya seharusnya berbicara sendiri," katanya.

        Eks Atlet Renang, Riley Gaines mengatakan hal serupa dengan mengatakan bahwa dirinya tidak mengerti kenapa sang presiden memposting hal tersebut. 

        “Apakah dia benar-benar berpikir seperti ini? Bagaimanapun, dua hal ini benar. 1) sedikit kerendahan hati akan sangat bermanfaat baginya 2) Tuhan tidak dapat diperolok-olok," ungkapnya.

        Sebelumnya, Trump juga mengecam sosok dari Paus Leo. Ia menyebut sang paus sebagai sosok yang lemah dan tidak memiliki kemampun untuk berpolitik dalam ranah internasional. Ia juga menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.

        "Paus Leo lemah dan buruk dalam kebijakan luar negeri. Saya tidak menginginkan seorang paus yang mengkritik presiden karena saya melakukan persis apa yang menjadi tujuan saya dipilih di Amerika Serikat," ungkap Trump.

        Trump juga mengatakan bahwa seharusnya posisi paus tak dimiliki oleh Leo. Menurutnya, Leo terpiliha karena dia merupakan warga negara dari Amerika Serikat. Vatikan menurutnya memilik sosok tersebut khusus untuk menahan ambisi dari Amerika Serikat.

        "Leo seharusnya bersyukur karena, seperti yang semua orang tahu, dia adalah kejutan yang mengejutkan. Dia tidak ada dalam daftar calon paus, dan hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang dari Amerika. Mereka berpikir itu akan menjadi cara terbaik untuk menghadapi saya," tegas Trump.

        Adapun Pope Leo menegaskan bahwa dirinya akan terus menyuarakan penolakan terhadap perang, meski mendapat serangan langsung dari Trump. Ia menekankan bahwa misinya adalah mendorong perdamaian dan dialog global, bukan terlibat dalam perdebatan politik.

        Baca Juga: Soal Kelanjutan Negosiasi Iran-Amerika Serikat, Wapres Trump: Bola Ada di Teheran

        "Saya tidak ingin berdebat dengannya. Pesan Injil tidak dimaksudkan untuk disalahgunakan seperti yang dilakukan beberapa orang," kata Leo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: