Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        RI–Arab Saudi Jajaki Kolaborasi Ekraf, dari World Expo hingga Ekosistem Haji-Umrah

        RI–Arab Saudi Jajaki Kolaborasi Ekraf, dari World Expo hingga Ekosistem Haji-Umrah Kredit Foto: Dok. Kemenekraf
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya bertemu dengan Kementerian Kebudayaan Arab Saudi di Jakarta untuk membahas peluang kerja sama strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya dan inovasi.

        Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf pada Selasa (14/4/2026), Menteri Teuku Riefky menekankan bahwa hubungan Indonesia dan Arab Saudi telah terjalin erat, tidak hanya melalui kerja sama diplomatik, tetapi juga melalui nilai spiritual, sejarah, dan interaksi masyarakat yang kuat.

        “Merupakan suatu kehormatan besar bagi kami untuk menyambut Yang Mulia Pangeran beserta delegasi di Jakarta. Hubungan Indonesia dan Kerajaan Arab Saudi melampaui diplomasi formal, berakar pada nilai spiritual, sejarah bersama, serta persaudaraan yang telah terjalin lintas generasi,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kementerian Ekraf, Rabu (15/4).

        Ia menambahkan, ekonomi kreatif menjadi sektor strategis yang diandalkan kedua negara dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. Indonesia, dengan 17 subsektor, terus mengembangkan potensi budaya yang dipadukan dengan inovasi modern untuk menciptakan nilai ekonomi baru.

        “Ekonomi kreatif bukan sekadar sektor pendukung, tetapi menjadi penggerak masa depan. Kami percaya bahwa perpaduan warisan budaya dan inovasi akan menciptakan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi kedua negara,” jelasnya.

        Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf juga mengidentifikasi sejumlah peluang kerja sama strategis, antara lain partisipasi dalam World Expo, penguatan ekosistem haji dan umrah melalui produk kreatif, pertukaran talenta dan teknologi, penguatan perlindungan kekayaan intelektual, serta kolaborasi dalam Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif 2026 di Jakarta.

        Sementara itu, Menteri Kebudayaan Arab Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah bin Farhan Al Saud, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan serta menegaskan komitmen untuk memperluas kerja sama lintas sektor kreatif.

        “Kami menantikan penguatan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk Expo, haji, gim, dan kekayaan intelektual. Kami juga menyambut undangan untuk berpartisipasi dalam forum global yang akan diselenggarakan di Jakarta,” ujarnya.

        Pangeran Badr juga menyoroti potensi kerja sama di sektor film, fesyen, dan pengembangan talenta, termasuk peluang insentif produksi film serta program pendidikan melalui institusi seni di Arab Saudi. Selain itu, penguatan ekosistem kekayaan intelektual dan inisiatif pengembangan merek lokal turut menjadi perhatian dalam mendorong daya saing global.

        Baca Juga: BDT 2026 Dibuka, Begini Cara Daftar Beasiswa AI dari Kementerian Ekraf

        Baca Juga: Kementerian Ekraf Buka Kerja Sama Strategis dengan AS, Dorong Talenta Kreatif Berbasis Budaya

        “Di sektor film, Arab Saudi tengah mengembangkan industri secara menyeluruh, dari produksi hingga distribusi, dengan berbagai dukungan dana. Kami membuka peluang kerja sama produksi film serta insentif hingga 60–65% biaya produksi. Dalam bidang kekayaan intelektual, Arab Saudi telah membentuk otoritas khusus untuk mendukung industri kreatif. Program “Saudi 100 Brands” menjadi akselerator bagi desainer lokal, Inisiatif fesyen berkelanjutan juga dikembangkan, termasuk ihram ramah lingkungan,” tambahnya.

        Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dan Arab Saudi sebagai mitra strategis dalam pengembangan ekonomi kreatif global.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: