Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Kementerian Ekraf Buka Kerja Sama Strategis dengan AS, Dorong Talenta Kreatif Berbasis Budaya

Kementerian Ekraf Buka Kerja Sama Strategis dengan AS, Dorong Talenta Kreatif Berbasis Budaya Kredit Foto: Dok. Kemenekraf
Warta Ekonomi, Jakarta -

Dalam upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) membuka peluang kerja sama dengan sejumlah mitra strategis di Amerika Serikat (AS).

Hal ini disampaikan dalam pertemuan daring antara Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, dengan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (Dubes LBBP) Republik Indonesia untuk Amerika Serikat, Dwisuryo Indroyono Soesilo, pada Selasa (14/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Ekraf mengatakan AS merupakan salah satu negara dengan potensi besar dalam pengembangan ekosistem ekonomi kreatif di tingkat global.

“Negara-negara yang maju ekonomi kreatifnya adalah negara dengan akar budaya yang kuat. Kita tahu Amerika dengan lokomotifnya dengan film Hollywood dan bisa diikuti dengan gerbong subsektor ekonomi kreatif lainnnya. Kami melihat bahwa budaya nusantara yang harus kita lindungi dengan heritage dan turunannya disentuh dengan inovasi, teknologi dan kreativitas itulah ekonomi kreatif ini akan berkembang,” ujarnya, dikutip dari siaran pers Kementerian Ekraf, Selasa (14/4).

Sejalan dengan upaya tersebut, Indonesia juga terus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di dalam negeri melalui pengembangan kawasan-kawasan strategis dan terintegrasi. Di antaranya, KEK Singhasari (Malang), Nongsa Digital Park (Batam), serta Kura Kura di Bali yang diharapkan menjadi hub kolaborasi global bagi talenta kreatif nasional.

“Juga ada di kawasan Sinarmas (D-HUB SEZ), MNC Grup di Lido (Sukabumi). Jadi, kawasan ekonomi khusus industri kreatif kita berkembang pesat. Ini menjadi bagian yang mana kita bisa mengundang investasi dari sana (Amerika Serikat),” kata Teuku Riefky.

Menteri Ekraf juga menyampaikan bahwa pemerintah terus menghadirkan kolaborasi tingkat global untuk pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional, salah satunya melalui penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE). Yakni, konferensi tingkat dunia yang fokus membahas pengembangan ekonomi kreatif global, dan bakal dilaksanakan pada Oktober 2026.

Sementara itu, Dubes LBPP RI untuk Amerika Serika, Dwisuryo Indroyono Soesilo menyambut positif upaya yang sudah dijalankan Kementerian Ekraf dalam memajukan ekonomi kreatif nasional. Untuk itu, Kedutaan Besar RI di Amerika Serikat siap bekerjasama untuk menjaring mitra strategis di Amerika Serikat agar dapat berkolaborasi dengan pegiat ekonomi kreatif melalui Kementerian Ekraf.

Indroyono juga mengajak Kementerian Ekraf untuk terus berkomunikasi dengan Kedutaan Besar RI di Amerika Serikat sebelum penyelenggaraan WCCE pada bulan Oktober. Harapannya bisa memberikan dampak positif bagi nilai investasi ekonomi kreatif nasional dan pengembangan pegiat kreatif di Tanah Air.

Baca Juga: Resiliensi Ekonomi Indonesia: Proyeksi Pertumbuhan 2026 Capai 5,3% Lebih

Baca Juga: Prabowo Ungkap Peran Putin di Balik Cepatnya Indonesia Masuk BRICS

“Bagi produk siap ekspor itu bisa kita dorong ke depan. Mana yang belum ada mitra ke Amerika kita akan dorong, bisa aplikasi, kriya, kerajinan, kuliner. (Ekonomi kreatif) Ini luar biasa bisa buka lapangan kerja banyak,” jelasnya.

Pertemuan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amerika Serikat ini menjadi komitmen Kementerian Ekraf untuk terus membuka peluang kerja sama internasional dalam mengembangkan nilai ekonomi kreatif nasional dan meningkatkan pelatihan bagi pegiat ekraf menuju panggung dunia.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement