Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Integrasikan AI Native ke Platform Investasi, Tuntun Sekuritas Luncurkan Tuntun AI

        Integrasikan AI Native ke Platform Investasi, Tuntun Sekuritas Luncurkan Tuntun AI Kredit Foto: Tuntun Sekuritas
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tuntun Sekuritas Indonesia resmi meluncurkan fitur Tuntun AI pada awal April 2026 yang terintegrasi langsung dalam aplikasi investasinya. Peluncuran ini menempatkan Tuntun Sekuritas Indonesia sebagai broker pasar modal pertama di Indonesia yang menghadirkan teknologi generative AI secara native di dalam platform untuk mendukung investor ritel mengambil keputusan berbasis data.

        Direktur Tuntun Sekuritas IndonesiaRicki Juliandi, mengatakan fitur tersebut dikembangkan sebagai decision-support system atau sistem pendukung keputusan bagi nasabah.

        “Selama ini, musuh terbesar investor ritel bukanlah fluktuasi pasar, melainkan emosi mereka sendiri. Melalui Tuntun AI, kami tidak sekadar memberikan tools trading atau data mentah, tapi menghadirkan ‘otak rasional’ yang mendampingi mereka 24 jam penuh di dalam aplikasi dalam mendukung analisa data,” ujar Ricki, dalam keterangan resmi di Jakarta, Kamis (16/4/2026). 

        Menurut Ricki, kehadiran fitur tersebut menjawab kondisi pasar yang dipenuhi arus informasi, rumor, dan sentimen yang kerap memicu kebingungan investor atau analysis paralysis. Investor dinilai membutuhkan alat yang mampu menerjemahkan data menjadi keputusan yang lebih logis dan terstruktur.

        Tuntun AI dibekali sejumlah fitur utama. Pertama, akses tanpa biaya tambahan bagi pengguna aplikasi. Investor cukup memasukkan pertanyaan atau memilih saham tertentu untuk memperoleh penjelasan berbasis data.

        Kedua, penyajian data pasar secara real time sehingga kondisi pasar yang ditampilkan dinilai lebih aktual. Ketiga, contextual market intelligence yang menganalisis arah pasar, sektor terdampak, serta faktor utama penggerak pasar.

        Keempat, analisis saham individual yang menggabungkan pendekatan fundamental, teknikal, aliran dana, berita, referensi harga wajar, dan market snapshot. Fitur ini ditujukan agar investor memperoleh gambaran lebih menyeluruh atas suatu emiten.

        Kelima, evaluasi kesehatan portofolio melalui pembacaan alokasi sektor, tingkat konsentrasi kepemilikan saham, serta potensi risiko bila terjadi koreksi pada sektor tertentu.

        Selain itu, Tuntun AI juga menyediakan sector insight untuk memetakan sektor yang sedang meningkat aktivitasnya, faktor pendorong pergerakan, serta saham-saham terkait yang berpotensi dicermati investor.

        Ricki menegaskan teknologi tersebut tidak menggantikan keputusan nasabah, melainkan memperkuat kerangka berpikir investor.

        “Tuntun AI dirancang murni sebagai alat bantu berpikir. Investor tetap memegang kendali penuh dan menjadi pengambil keputusan utama atas dana mereka,” tegasnya.

        Baca Juga: IPOT Buka Akses Antrean Order Saham Real Time untuk Semua Investor

        Baca Juga: Investor Pasar Modal Melonjak 21,5%, Tembus 24,74 Juta

        Ia menambahkan, pengembangan Tuntun AI merupakan bagian dari strategi perusahaan mendorong literasi dan inklusi pasar modal melalui pemanfaatan teknologi.

        “Kami percaya bahwa ke depan, pendampingan investasi berbasis Generative AI akan menjadi standar baru di industri sekuritas nasional. Tuntun AI menjadi langkah awal Tuntun Sekuritas dalam membangun pengalaman investasi yang lebih cerdas dan adaptif di masa depan,” tutup Ricki.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: