Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

MBG di Indonesia Belum Tentu Dinilai Berhasil Meski Anggarannya Jumbo, Ini Ukuran Suksesnya Kata DPR

MBG di Indonesia Belum Tentu Dinilai Berhasil Meski Anggarannya Jumbo, Ini Ukuran Suksesnya Kata DPR Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
Warta Ekonomi, Jakarta -

Di tengah munculnya wacana perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga ke Arab Saudi, DPR RI mengingatkan bahwa keberhasilan program nasional tersebut tidak ditentukan oleh besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah ataupun luasnya cakupan penerima manfaat.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris menegaskan indikator utama keberhasilan MBG justru terletak pada kualitas makanan, kandungan gizi serta kemampuan pemerintah menjaga tata kelola program secara konsisten.

Baca Juga: Jokowi Pada Akhirnya Juga Akan 'Menusuk dan Mengkhianati' Prabowo, Kata Politikus PDIP

Menurut Charles, pemerintah tidak boleh terjebak pada ukuran kuantitatif semata, seperti jumlah penerima atau besaran dana yang disalurkan.

“Ukuran keberhasilan MBG itu bukan berapa besar anggaran yang dihabiskan atau berapa banyak klaim penerima manfaat. Yang lebih penting adalah kualitas makanan yang diberikan, kualitas gizinya, dan jaminan bahwa program ini dijalankan dengan benar,” kata Charles.

Pernyataan tersebut muncul setelah Badan Gizi Nasional mewacanakan program MBG bagi siswa Sekolah Indonesia Jeddah sebagai bagian dari kemungkinan perluasan layanan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia.

Charles menilai pemerintah perlu memastikan kualitas pelaksanaan program yang ada terlebih dahulu sebelum berbicara mengenai ekspansi wilayah.

Ia mengungkapkan masih terdapat sejumlah persoalan dalam implementasi MBG di dalam negeri, mulai dari pengawasan yang belum optimal, koordinasi yang belum solid, hingga kontrol kualitas yang masih memerlukan perbaikan.

Karena itu, menurutnya, fokus pemerintah seharusnya bukan pada perluasan program, melainkan pada penguatan sistem agar tujuan utama MBG benar-benar tercapai.

Tujuan tersebut, lanjut Charles, bukan sekadar menyediakan makanan gratis tetapi memastikan anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang berkualitas untuk mendukung kesehatan, tumbuh kembang serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Rapikan sistemnya, perkuat pengawasannya, benahi kontrol kualitasnya,” tegasnya.

Baca Juga: Bela Dino Patti Djalal yang Disentil Seskab Teddy, Anies Baswedan: Dia Bukan Pejabat Karbitan

Dengan kata lain, keberhasilan MBG tidak akan diukur dari seberapa luas program diperluas atau seberapa besar dana yang dihabiskan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan penerima manfaat melalui kualitas gizi yang lebih baik dan pelaksanaan program yang akuntabel.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Aldi Ginastiar