Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Misi Bahlil Amankan 10 Juta Ton LPG Nasional

        Misi Bahlil Amankan 10 Juta Ton LPG Nasional Kredit Foto: Rahmat Dwi Kurniawan
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memetakan strategi pengamanan energi nasional, menyusul adanya jurang yang lebar antara produksi dan konsumsi LPG di dalam negeri.

        Pemerintah memproyeksikan konsumsi LPG nasional akan menembus 10 juta ton pada periode 2026-2027, sementara kemampuan produksi domestik saat ini baru mencapai 1,6 juta ton per tahun.

        Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan, lonjakan kebutuhan ini didorong oleh pertumbuhan sektor industri, termasuk kebutuhan proyek Lotte yang mencapai 1,5 juta ton per tahun.

        Dengan kondisi produksi dalam negeri yang hanya mampu memenuhi sekitar 16% dari kebutuhan nasional, diversifikasi pasar impor menjadi langkah yang tidak terelakkan.

        "Total produksi kita hanya 1,6 juta ton, sementara kebutuhan kita akan meningkat menuju 10 juta ton."

        "Kaitan dengan itu, kita mencari pasar baru, termasuk di Rusia yang saat ini dalam taraf finalisasi (untuk LPG)," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

        Keamanan Stok dan Skema Kontrak

        Bahlil menekankan, kerja sama dengan Rusia bukan hanya untuk jangka pendek, melainkan kontrak jangka panjang yang secara teori ekonomi berarti lebih dari satu tahun.

        Langkah ini merupakan bagian dari Survival Mode Indonesia untuk mengantisipasi ketidakpastian geopolitik global yang seringkali mengganggu rantai pasok energi, seperti yang menimpa fasilitas Saudi Aramco baru-baru ini.

        Namun, ia menegaskan langkah merangkul Rusia bukan berarti Indonesia meninggalkan mitra lama.

        Pemerintah tetap menambah volume impor dari Amerika Serikat, seiring pertumbuhan konsumsi nasional.

        "LPG Amerika malah nambah volumenya, karena konsumsi kita meningkat."

        "Jadi kita tidak bisa mengharapkan hanya satu negara, harus ada diversifikasi. Ini adalah soal kedaulatan energi," tegasnya.

        Kepastian Harga dan Subsidi

        Guna meredam kekhawatiran masyarakat, Bahlil memberikan klarifikasi mengenai kebijakan harga.

        Ia memastikan pemerintah tetap memberikan perlindungan penuh kepada rakyat kecil melalui skema subsidi.

        Sesuai perintah Presiden, harga LPG 3 kg yang disubsidi dipastikan tetap stabil.

        Penyesuaian harga pasar hanya akan berlaku pada sektor non-subsidi yang dikonsumsi oleh kelompok masyarakat mampu dan industri.

        "Negara hadir untuk membantu rakyat yang tidak mampu."

        "Kalau untuk yang subsidi, saya pastikan harganya tetap."

        "Terkait pasokan, masyarakat tidak perlu khawatir, karena posisi stok LPG nasional saat ini berada di atas standar minimum," tambahnya.

        Baca Juga: SKK Migas: Pabrik LPG 200 Ton per Hari Beroperasi April Ini

        Berbeda dari LPG yang masih dalam tahap finalisasi, Bahlil mengisyaratkan pengadaan minyak mentah (crude oil) dari Rusia memiliki progres yang lebih cepat.

        "Kalau untuk crude mungkin bulan-bulan ini bisa (masuk). Insyaallah," ungkap Bahlil. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: