Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Negara Siap Ambil Alih, Pigai Desak Penembak Warga Papua Menyerahkan Diri

        Negara Siap Ambil Alih, Pigai Desak Penembak Warga Papua Menyerahkan Diri Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mendesak pelaku penembakan terhadap warga sipil di Papua Tengah untuk segera mengakui perbuatannya dan menyerahkan diri kepada aparat penegak hukum.

        Ia menegaskan bahwa identitas pelaku sebenarnya sudah diketahui oleh masyarakat di lokasi kejadian.

        Menurut Pigai, peristiwa berdarah di Kampung Kembruk, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, bukanlah kejadian yang gelap tanpa petunjuk. Ia menyebut pelaku, korban, hingga warga sekitar telah mengetahui siapa pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

        “Peristiwa itu terjadi siang hari, pelakunya sudah tahu. Itu tidak bisa diperdebatkan. Sekarang silakan, jangan sembunyi, harus dibuka,” tegas Pigai dikutip dari ANTARA.

        Ia menilai keterbukaan pelaku menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan publik.

        Dalam pandangannya, pelaku memiliki tanggung jawab moral yang besar karena korban merupakan warga sipil, termasuk kelompok rentan. Jika tidak segera diungkap, kasus ini berpotensi menjadi catatan kelam dalam sejarah penegakan HAM di Indonesia.

        Pigai juga mengingatkan bahwa berbagai pihak seperti organisasi masyarakat sipil, tokoh agama, hingga Komnas HAM berpotensi membuka identitas pelaku. Namun demikian, ia menilai proses tersebut sebaiknya dikendalikan langsung oleh negara agar tetap terarah.

        Ia menegaskan bahwa Kementerian HAM berencana mengambil peran lebih besar dalam penanganan kasus ini. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan proses berjalan independen, adil, dan transparan tanpa menimbulkan persepsi negatif terhadap pemerintah.

        Menurut Pigai, keterlibatan banyak pihak tanpa koordinasi justru berisiko menciptakan bias dalam penanganan kasus. Karena itu, ia mendorong agar negara hadir sebagai aktor utama dalam mengungkap fakta secara menyeluruh.

        “Lebih baik Kementerian HAM mendahului cek data fakta informasi itu, jauh lebih bagus,” ujarnya.

        Ia memastikan pihaknya akan turun langsung ke lapangan untuk menelusuri akar persoalan.

        Sebagai bagian dari langkah tersebut, Kementerian HAM juga akan mendorong pihak-pihak yang terlibat untuk mengakui perannya secara terbuka. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses hukum sekaligus memberikan keadilan bagi para korban.

        Baca Juga: 15 Warga Sipil Tewas Akibat Baku Tembak di Papua Tengah, DPR Minta Bentuk Tim Investigasi

        Sebelumnya, insiden baku tembak di wilayah tersebut menyebabkan 22 warga sipil menjadi korban. Sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara tujuh lainnya mengalami luka-luka.

        Data Kementerian HAM juga menunjukkan bahwa korban luka mencakup anak-anak dan orang dewasa yang saat ini masih menjalani perawatan intensif. Sementara itu, identifikasi korban tewas, khususnya anak-anak, masih terus didalami.

        Pigai berharap seluruh proses ini dapat segera menemukan titik terang agar tidak menimbulkan ketakutan berkepanjangan di masyarakat. Ia menekankan bahwa keadilan dan keterbukaan menjadi kunci utama dalam memulihkan situasi di Papua Tengah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: