Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        AI Kian Dekat dengan Kehidupan, Data Real-Time Jadi Kunci Layanan Digital

        AI Kian Dekat dengan Kehidupan, Data Real-Time Jadi Kunci Layanan Digital Kredit Foto: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Perkembangan kecerdasan buatan (AI) kini semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, didorong oleh pemanfaatan data real-time yang membuat layanan digital lebih cepat, responsif, dan personal.

        Teknologi ini menjadi fondasi utama dalam menghadirkan pengalaman pengguna yang semakin relevan di berbagai sektor.

        Dalam acara Confluent Data Streaming World Tour Jakarta 2026, Confluent menekankan data streaming menjadi kunci dalam mendukung kinerja AI.

        Melalui teknologi ini, data dapat langsung diproses saat dihasilkan, berbeda dari sistem konvensional yang masih bergantung pada pemrosesan berkala.

        VP Technology Strategy and Enablement Confluent Andrew Sellers mengungkapkan, salah satu tantangan terbesar dalam implementasi AI adalah penggunaan data yang tidak mutakhir.

        Banyak perusahaan masih mengandalkan data yang tertunda, sehingga hasil analisis kurang relevan dengan kondisi terbaru.

        “Dalam era AI, menggunakan data yang sudah lewat beberapa menit saja bisa membuat keputusan menjadi tidak relevan."

        "AI hanya akan sebaik data yang diberikan kepadanya, sehingga konteks real-time menjadi sangat krusial,” ujar Andrew Sellers.

        Ia menjelaskan, sistem perusahaan yang masih terpisah-pisah atau silo, turut memperlambat integrasi data.

        Akibatnya, proses pengolahan informasi menjadi tidak efisien dan sulit menghasilkan insight yang akurat.

        Dengan data streaming, berbagai sumber data dapat disatukan secara langsung, sehingga AI mampu bekerja dengan informasi yang lebih lengkap dan terkini.

        Dampak dari penerapan teknologi ini sudah mulai dirasakan dalam berbagai aspek gaya hidup digital.

        Di sektor e-commerce, platform mampu menghadirkan rekomendasi produk yang lebih relevan berdasarkan aktivitas pengguna secara langsung.

        Sementara di sektor keuangan, notifikasi transaksi dapat diterima secara instan, dan potensi penipuan dapat dideteksi lebih cepat.

        Di bidang layanan kesehatan, integrasi data real-time juga meningkatkan kualitas pengalaman pasien.

        Informasi yang terhubung dengan cepat memungkinkan layanan yang lebih akurat dan responsif terhadap kebutuhan pasien.

        Area Vice President Asia Confluent Rully Moulany menilai, percepatan adopsi teknologi ini tidak terlepas dari meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap layanan digital.

        “Pada akhirnya, yang mendorong adopsi teknologi ini adalah tuntutan pengguna terhadap kemudahan, kecepatan, dan keandalan layanan."

        "Data yang mengalir secara real-time memungkinkan perusahaan memberikan pengalaman yang jauh lebih baik,” jelas Rully Moulany.

        Ia menambahkan, di Indonesia, pemanfaatan data streaming sudah mulai terlihat kuat di sektor perbankan, telekomunikasi, serta perusahaan digital.

        Teknologi ini dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas layanan, sekaligus memperkuat daya saing di pasar.

        Ke depan, integrasi antara AI dan data real-time diprediksi akan semakin memperkuat personalisasi layanan digital.

        Pengguna tidak hanya mendapatkan layanan yang cepat, tetapi juga pengalaman yang lebih sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

        Baca Juga: Google DeepMind Dikabarkan Bentuk Tim Khusus Kembangkan AI untuk Saingi Anthropic

        Meski masih menghadapi tantangan, terutama bagi perusahaan dengan keterbatasan sumber daya, arah perkembangan teknologi ini menunjukkan masa depan gaya hidup digital akan sangat bergantung pada kecepatan dan akurasi data.

        AI pun berkembang menjadi sistem yang tidak hanya membantu, tetapi juga mampu memahami perilaku pengguna secara lebih mendalam dan cepat. (*)

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
        Editor: Yaspen Martinus

        Bagikan Artikel: