Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kementerian ESDM Petakan Bendungan Guna Tambah Kapasitas PLTS 15 Gigawatt

        Kementerian ESDM Petakan Bendungan Guna Tambah Kapasitas PLTS 15 Gigawatt Kredit Foto: Rahmat Saepulloh
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian ESDM berkolaborasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk memetakan bendungan potensial sebagai lokasi pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Kerja sama ini bertujuan untuk memanfaatkan infrastruktur pengairan yang ada sebagai basis energi terbarukan.

        Pemerintah berencana memasang panel surya pada 20 persen luas okupansi dari seluruh bendungan yang dibangun oleh Kementerian PU. Selain itu, pemanfaatan lahan perairan tersebut diproyeksikan mampu menambah kapasitas listrik nasional lebih dari 15 Gigawatt.

        “Basis hitungan kami saat ini 20% okupansi dari seluruh bendungan itu bisa menambah lebih dari 15 Gigawatt,” ujar Dirjen EBTKE Eniya Listiani Dewi, Selasa (21/4/2026). Di samping itu, langkah strategis ini diambil guna mengejar target kapasitas terpasang PLTS sebesar 100 Gigawatt pada tahun 2029.

        Target ambisius tersebut dirancang untuk menggerakkan roda industri energi surya di dalam negeri secara masif. Terlebih lagi, peningkatan kapasitas ini diharapkan dapat menciptakan permintaan baru bagi ekosistem energi bersih nasional.

        Saat ini kapasitas terpasang PLTS di Indonesia baru menyentuh angka sekitar 1,5 Gigawatt secara keseluruhan. Selain itu, sektor PLTS atap memberikan kontribusi sebesar 895 Megawatt dari total capaian nasional tersebut.

        Pemerintah terus berupaya agar pertumbuhan kapasitas energi surya dapat melampaui angka satu gigawatt dalam waktu dekat. Di samping itu, implementasi teknologi kini tidak hanya terfokus pada lahan daratan (ground mounted), tetapi juga pada area atap bangunan.

        Baca Juga: Gandeng SUN Energy, ABC President Indonesia Pasang PLTS Atap 1,3 MW di Pabrik Karawang

        Fokus pengembangan saat ini mulai diarahkan secara intensif pada kategori PLTS terapung atau floating PLTS. Terlebih lagi, bendungan dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi lokasi penempatan panel surya apung skala besar.

        Integrasi antara sektor pengairan dan energi diharapkan mampu mempercepat transisi energi hijau di Indonesia. Selain itu, penggunaan bendungan untuk PLTS apung dapat meminimalkan penggunaan lahan darat yang terbatas.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: