Transaksi Digital RI Tembus Rp51 Ribu Triliun, QRIS Melonjak 116% di Awal 2026
Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
Bank Indonesia mencatat kinerja transaksi pembayaran digital tetap menunjukkan pertumbuhan kuat pada triwulan I-2026. Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet mencapai 14,82 miliar transaksi atau tumbuh 37,69% secara tahunan (year on year/yoy).
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi dan keuangan digital tersebut didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
“Volume transaksi melalui aplikasi mobile dan internet masing-masing tumbuh sebesar 11,82% (yoy) dan 17,13% (yoy),” kata Perry dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Pertumbuhan tertinggi tercatat pada transaksi berbasis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang melonjak hingga 116,43% (yoy).
“Kinerja positif tersebut didukung oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant,” tambahnya.
Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 1,4 miliar transaksi atau tumbuh 30,82% (yoy) dengan nilai transaksi mencapai Rp3.519 triliun pada triwulan I-2026.
Baca Juga: Bank Indonesia Targetkan Peluncuran QRIS Antarnegara Indonesia-China Akhir April
Baca Juga: Hore! Wisatawan RI Bisa Jajan dan Belanja Langsung Pakai QRIS di Korea Selatan
Baca Juga: Mana yang Paling Pas untuk Bisnis Kamu: QRIS Dinamis atau Statis?
Sementara itu, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS tercatat sebanyak 2,46 juta transaksi atau tumbuh melambat minus 0,20% (yoy). Meski demikian, nominal transaksi BI-RTGS tetap tumbuh 11,26% (yoy) menjadi Rp51.490 triliun pada triwulan I-2026.
Dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tumbuh 8,59% (yoy) menjadi Rp1.347 triliun pada triwulan I-2026.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Cita Auliana
Editor: Annisa Nurfitri