Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Iran Terapkan Tol di Selat Hormuz, Pembersihan Ranjau Diperkirakan Capai 6 Bulan

        Iran Terapkan Tol di Selat Hormuz, Pembersihan Ranjau Diperkirakan Capai 6 Bulan Kredit Foto: ChatGPT/Al Musthafa Gustar's
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketegangan di Timur Tengah terus berdampak pada stabilitas ekonomi global, seiring langkah Iran yang mulai memberlakukan tarif tol di jalur strategis Selat Hormuz di tengah konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

        Wakil Ketua Parlemen Iran, Hamidreza Hajibabaei, menyatakan pendapatan awal dari kebijakan tersebut telah masuk ke rekening bank sentral. Pernyataan itu disampaikan kepada kantor berita Tasnim News Agency pada Kamis (23/4).

        Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz selama masih ada blokade terhadap pelabuhan mereka. Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyebut gencatan senjata tidak berarti jika tekanan laut masih berlangsung.

        Situasi ini memicu aksi saling blokir. Komando Pusat militer AS, United States Central Command (CENTCOM), dilaporkan memerintahkan puluhan kapal tanker untuk berbalik arah sebagai bagian dari kebijakan pembatasan terhadap Iran.

        Baca Juga: Blokade Selat Hormuz Jadi Penghalang Negosiasi Iran dan Amerika Serikat

        Kebuntuan di Selat Hormuz diperkirakan berlangsung lama. Mengutip laporan The Washington Post, asesmen Pentagon menyebut pembersihan ranjau di kawasan tersebut dapat memakan waktu hingga enam bulan. Kondisi ini berpotensi menahan harga energi global tetap tinggi.

        Dampaknya langsung terasa di pasar, harga minyak dunia sempat melonjak, dengan kontrak West Texas Intermediate (WTI) naik 4,1 persen menjadi 96,73 dolar AS per barel, sementara Brent Crude meningkat 3,6 persen ke level 105,63 dolar AS. Kenaikan ini turut menekan bursa saham Asia, termasuk di Tokyo, Hong Kong, Shanghai, dan Singapura.

        Iran juga melaksanakan eksekusi mati terhadap seorang pria yang dituduh memiliki hubungan dengan musuh negara.

        Menurut laporan situs peradilan Mizan Online, pria bernama Sultan-Ali Shirzadi-Fakhr dieksekusi pada Kamis pagi waktu setempat.

        Ia dinyatakan bersalah atas keterlibatannya dengan kelompok oposisi terlarang MEK serta dituduh bekerja sama dengan intelijen Israel.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: