Usai Dikritik Trump, Paus Leo Akhirnya Kecam Kematian Demonstran di Iran
Kredit Foto: Istimewa
Pemimpin Gereja Katolik, Pope Leo mengecam keras pembunuhan demonstran di Iran. Hal ini terjadi menyusul kritik dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Paus Leo mengatakan bahwa dirinya mengutuk semua tindakan yang tidak adil, termasuk bagaimana para demonstrasi tewas akibat tindakan keras dari aparat sipil di Teheran.
Baca Juga: China Sebut Konflik Iran-Amerika Serikat dalam Masa Kritis
"Saya mengutuk semua tindakan yang tidak adil. Saya mengutuk penghilangan nyawa manusia," kata Paus Leo.
Paus Leo juga menegaskan sikapnya yang menolak perang dalam bentuk apa pun. Ia tetap mengkritik operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat di Iran.
"Sebagai seorang gembala, saya tidak bisa mendukung perang," ujarnya.
Ia turut menyoroti banyaknya korban sipil dalam konflik yang berlangsung, termasuk penderitaan masyarakat yang tidak terlibat langsung dalam perang di Timur Tengah.
Pernyataan Paus Leo mempertegas posisinya sebagai salah satu tokoh global yang vokal menyerukan perdamaian. Ia kembali menekankan pentingnya dialog dan solusi damai di tengah meningkatnya konflik internasional.
Sebelumnya, Trump memberikan kritik untuk Paus Leo. Ia menegaskan bahwa tokoh religius tersebut harusnya tahu bahwa puluhan ribu warga sipil tewas akibat represi terhadap demonstrasi yang dilakukan oleh Teheran.
"Bisakah seseorang memberi tahu paus bahwa mereka telah membunuh setidaknya 42.000 demonstran tak bersenjata dan tidak bersalah dalam dua bulan terakhir, dan bahwa memiliki bom nuklir sama sekali tidak dapat diterima," kata Trump.
Trump juga menyebut sang paus sebagai sosok yang lemah dan tidak memiliki kemampun untuk berpolitik dalam ranah internasional. Ia juga menyatakan secara terbuka bahwa dirinya bukan penggemar Paus Leo XIV.
Adapun Iran diketahui tengah diguncang baik secara eksternal akibat perang maupun internal akibat demonstasi di Teheran. Laporan menyebut ribuan orang tewas dalam gelombang protes anti-pemerintah pada Januari. Ia menjadi salah satu gejolak terbesar sejak Revolusi Islam 1979.
Baca Juga: Peringatan Buat Trump? Paus Leo: Celakalah Mereka yang Memanipulasi Agama untuk Perang
Kelompok hak asasi manusia menyebut pemerintah setempat terus melakukan penindasan terhadap oposisi, termasuk eksekusi yang masih berlangsung di tengah perang dari Iran dan Amerika Serikat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: