Lelah Scroll Terus? Noscroll Tawarkan Asisten AI untuk Ringkas Informasi
Kredit Foto: Unsplash/ROBIN WORRALL
Startup baru bernama Noscroll menawarkan cara baru mengonsumsi informasi, tanpa harus terjebak dalam kebiasaan doomscrolling, yakni menggulir media sosial secara berlebihan yang kerap dipenuhi konten negatif dan memicu kelelahan mental.
Mengusung konsep stop doomscrolling, Noscroll menghadirkan bot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dapat menelusuri media sosial, situs berita, hingga berbagai platform online lainnya, lalu hanya mengirimkan informasi yang dianggap penting kepada pengguna.
Dalam materi promosinya, Noscroll mengusung slogan “no feed. no brainrot. no ragebit. just signal.” yang dapat diartikan sebagai “tanpa feed, tanpa ‘pembusukan otak’, tanpa konten pemancing emosi, hanya informasi penting.”
Istilah brainrot merujuk pada kondisi kelelahan mental akibat konsumsi konten berlebihan, sedangkan ragebait adalah konten yang sengaja dibuat untuk memancing kemarahan atau reaksi emosional pengguna.
Di balik startup ini adalah Nadav Hollander, mantan CTO OpenSea, yang mengaku memiliki hubungan “cinta dan benci” dengan platform X.
Ia menilai media sosial tetap informatif, tetapi juga sarat dampak negatif secara emosional.
“Sangat menghibur dan benar-benar informatif dengan cara yang tidak bisa Anda dapatkan dari media biasa."
“Tetapi secara kebiasaan sangat toksik, dan sangat mengganggu untuk dibaca,” ujar Hollander kepada TechCrunch, dikutip pada Jumat (24/4/2026).
Ia bahkan mengibaratkannya seperti makanan cepat saji.
“Anda akan merasa tidak enak setelahnya.”
Berangkat dari pengalaman itu, Hollander menciptakan Noscroll, agar pengguna tetap bisa mengikuti informasi tanpa harus terus-menerus memantau feed.
Cara kerjanya, pengguna cukup menghubungkan akun X mereka, sehingga bot dapat memahami preferensi berdasarkan likes, bookmarks, serta akun yang diikuti.
Tak hanya dari media sosial, Noscroll juga mengumpulkan informasi dari berbagai sumber seperti situs berita, blog, Reddit, Hacker News, hingga Substack.
Pengguna dapat menentukan topik yang ingin diikuti maupun dihindari, dan AI akan menyusun ringkasan sesuai kebutuhan.
Alih-alih scrolling tanpa henti, pengguna akan menerima rangkuman berita dalam bentuk pesan teks dengan frekuensi yang bisa disesuaikan, mulai dari mingguan hingga beberapa kali sehari.
Setiap ringkasan berisi tautan berita lengkap disertai ringkasan singkat dari AI.
Bot ini juga mampu mendeteksi breaking news dan langsung mengirim notifikasi ketika peristiwa penting terjadi.
Seiring waktu, sistem akan mempelajari preferensi pengguna untuk meningkatkan akurasi kurasi konten.
Selain itu, pengguna dapat berinteraksi langsung dengan bot untuk bertanya atau berdiskusi terkait berita.
Layanan ini bahkan bisa digunakan dalam grup chat atau Telegram untuk konsumsi bersama.
Noscroll saat ini dibanderol US$9,99 per bulan, dengan uji coba gratis selama tujuh hari.
Pengguna dapat membatalkan langganan kapan saja, sementara perusahaan membuka kemungkinan skema harga yang lebih fleksibel ke depan.
Meski awalnya ditujukan bagi pengguna yang ingin mengikuti perkembangan teknologi, penggunaan Noscroll berkembang ke berbagai kebutuhan lain, seperti memantau lowongan kerja, berita niche seperti industri anime, hingga pembukaan restoran lokal.
Baca Juga: Meta dan Google Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp101,59 Miliar dalam Kasus Remaja Kecanduan Medsos
“Saya melihat tipe pengguna yang paling menarik adalah mereka yang secara profesional dituntut untuk selalu aktif online ,dan mengikuti berbagai perkembangan secara intens."
"Sangat membantu memiliki semacam ‘asisten’ yang bisa melakukan itu untuk Anda sesuai dengan bidang yang Anda tekuni,” tutur Hollander. (*)
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Yaspen Martinus
Tag Terkait: