- Home
- /
- New Economy
- /
- CSR
Kitabisa Bersama Bakti Barito Targetkan Investasi Sosial Rp13 Miliar untuk Pendidikan Iklim
Kredit Foto: Bakti Barito
Kitabisa.org dan Bakti Barito membentuk skema dana abadi berbasis blended finance dengan target menghasilkan investasi sosial lebih dari Rp13 miliar dalam lima tahun ke depan untuk mendukung pendidikan iklim di Indonesia. Dana tersebut akan digunakan memperluas program Green Guardians, termasuk pendampingan menuju sekolah Adiwiyata di 222 sekolah.
Kolaborasi ini diumumkan sebagai upaya memperkuat pembiayaan berkelanjutan di sektor pendidikan lingkungan melalui kombinasi donasi publik, pendanaan filantropi, dan instrumen Wakaf Produktif. Skema tersebut dinilai menjadi pendekatan baru dalam penghimpunan dana sosial yang berorientasi dampak jangka panjang.
Ketua Kitabisa.org Alfatih Timur mengatakan lembaganya akan memperbesar jangkauan pendanaan melalui mekanisme pencocokan donasi publik dan reinvestasi strategis.
“Selama lima tahun ke depan, kami akan menggandakan jangkauan dana kami untuk implementasi program Green Guardians melalui pencocokan donasi publik dan reinvestasi strategis. Dengan memanfaatkan model Wakaf Produktif, kami memastikan bahwa setiap rupiah bekerja lebih keras,” ujar Alfatih, dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin (27/4/2026).
Menurut dia, struktur blended finance memungkinkan dana sosial tidak habis dalam satu kali penyaluran, tetapi terus berkembang untuk menopang program pendidikan iklim pada tahun-tahun berikutnya.
Direktur Bakti Barito Dian A. Purbasari menyebut kolaborasi tersebut berangkat dari pengalaman mendukung Program Adiwiyata yang telah berjalan di berbagai sekolah.
“Kami bangga bermitra dengan Kitabisa.org dalam pembentukan dana abadi ini yang merupakan inovasi blended financing pertama dalam pendidikan perubahan iklim bagi generasi penerus,” kata Dian.
Ia menambahkan pihaknya membuka peluang kerja sama bagi korporasi dan organisasi filantropi lain untuk memperluas jangkauan program ke lebih banyak siswa di seluruh Indonesia.
Dalam struktur pendanaan yang disiapkan, sebanyak 70% anggaran tahunan dialokasikan langsung untuk implementasi program di sekolah-sekolah sasaran selama lima tahun. Sementara 30% sisanya ditempatkan ke dana abadi Wakaf Produktif guna menjaga keberlanjutan Green Guardians dan pengembangan kader Adiwiyata.
Program Green Guardians sendiri mencakup tiga fokus utama. Pertama, peningkatan kapasitas guru terkait perubahan iklim, konservasi energi, air, dan keanekaragaman hayati. Kedua, pendampingan sekolah untuk meraih penghargaan Adiwiyata melalui penguatan kader lingkungan siswa. Ketiga, penyediaan sarana pendukung agar sekolah menjadi lebih bersih, sehat, dan adaptif terhadap perubahan iklim.
Baca Juga: Barito Renewables Pacu Ekspansi, Kejar Target 1 GW dari Panas Bumi
Baca Juga: Terapkan Strategi Lingkungan Berkelanjutan, Chandra Asri Raih PROPER Hijau 2025
Tenaga Ahli Bidang Pembinaan Perilaku Peduli Lingkungan dan Pengembangan Komunitas Peduli Lingkungan Hidup Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Jo Kumala Dewi, menyambut baik inisiatif tersebut.
“Kolaborasi inovatif ini sangat kami apresiasi karena selaras dengan upaya kementerian dalam mempercepat pencapaian sekolah Adiwiyata dan membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh terhadap krisis iklim,” ujarnya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: