Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Barito Renewables Pacu Ekspansi, Kejar Target 1 GW dari Panas Bumi

Barito Renewables Pacu Ekspansi, Kejar Target 1 GW dari Panas Bumi Kredit Foto: BREN
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) mempercepat pengembangan proyek strategis guna mengejar target kapasitas terpasang melampaui 1 gigawatt (GW). Perseroan menilai posisi keuangan dan operasional saat ini cukup kuat untuk menopang ekspansi, seiring kinerja 2025 yang mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian auditan tahun buku 2025, BREN membukukan pendapatan sebesar US$605 juta atau naik 1,4% dibandingkan tahun sebelumnya. EBITDA tercatat US$518 juta dengan margin 85,6%, sedangkan laba bersih setelah pajak naik 6,5% menjadi US$165 juta.

Presiden Direktur Barito Renewables Energy Hendra Soetjipto Tan mengatakan capaian tersebut ditopang kontribusi kuat dari portofolio panas bumi yang menjadi tulang punggung bisnis perseroan.

“Kami dengan senang hati melaporkan kinerja yang solid pada tahun 2025, didukung oleh kontribusi yang kuat dari portofolio panas bumi kami. Ekspansi yang kami jalankan mencerminkan komitmen kami untuk terus memperkuat kapasitas energi bersih nasional sekaligus menjaga keunggulan operasional,” ujarnya.

Sepanjang 2025, BREN memproduksi sekitar 6.885 gigawatt hour (GWh) listrik dari sumber panas bumi. Produksi tersebut memperkuat posisi perseroan sebagai penyedia energi baseload yang stabil di tengah dinamika sektor energi.

Di sisi ekspansi, kapasitas panas bumi BREN meningkat dari 886 megawatt (MW) saat penawaran umum perdana pada Oktober 2023 menjadi 910 MW pada akhir 2025. Angka itu kembali naik menjadi 926 MW setelah proyek retrofit Wayang Windu rampung pada awal 2026.

Proyek retrofit Wayang Windu Unit 1 dan Unit 2 disebut menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kapasitas. Selain menambah daya, proyek tersebut mencatat zero fatalities, zero lost time injuries (LTI), zero total recordable injuries (TRI), serta lebih dari 713.000 jam kerja aman. Kedua unit juga mencapai commercial operation date (COD) rata-rata sekitar 20 hari lebih cepat dari jadwal.

Selain Wayang Windu, penyelesaian proyek Salak Binary dan retrofit Salak menambah kapasitas sebesar 7,7 MW, lebih tinggi dari ekspektasi awal perseroan.

Sementara itu, dari sisi pengembangan cadangan baru, pengeboran di prospek Hamiding pada akhir 2025 mengonfirmasi potensi sumber daya sekitar 55 MW hingga 60 MW. Temuan ini memperkuat pipeline ekspansi jangka menengah perusahaan.

Baca Juga: Tambah Free Float, Perusahaan Prajogo Lego Saham BREN Rp1,57 Triliun

Baca Juga: Komitmen terhadap Keberlanjutan, Anak Usaha BREN Sabet Penghargaan PROPER Emas

Dengan tambahan proyek yang sedang berjalan, total kapasitas panas bumi BREN diproyeksikan melampaui 1 GW. Perseroan juga memiliki tambahan sekitar 79 MW kapasitas tenaga bayu.

Hendra mengatakan kombinasi pertumbuhan kapasitas, disiplin keuangan, dan keandalan operasional menjadi dasar penciptaan nilai jangka panjang.

“Kami akan terus melanjutkan proyek-proyek ekspansi serta memperkuat portofolio kami, seiring dengan upaya mendukung transisi energi dan target net-zero emissions Indonesia,” ujarnya.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Annisa Nurfitri

Advertisement