Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bukalapak (BUKA) Rugi Rp425,78 Miliar di Q1 2026 Meski Pendapatan Naik

        Bukalapak (BUKA) Rugi Rp425,78 Miliar di Q1 2026 Meski Pendapatan Naik Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) mencatatkan dinamika kinerja yang kontras pada kuartal I 2026. Di tengah lonjakan pendapatan yang signifikan, Perseroan justru mencatatkan kerugian.

        Bukalapak membukukan rugi periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp425,78 miliar sepanjang tiga bulan pertama 2026. Capaian ini berbanding terbalik dengan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana Perseroan masih mencatat laba Rp110,65 miliar.

        Dari sisi top line, kinerja BUKA sebenarnya menunjukkan pertumbuhan yang kuat. Pendapatan bersih tercatat sebesar Rp2,36 triliun per 31 Maret 2026, melonjak 62,7% secara tahunan dari Rp1,45 triliun.

        Kontributor utama berasal dari segmen gaming yang menyumbang Rp2,09 triliun. Sementara itu, segmen online-to-offline memberikan kontribusi Rp173,81 miliar, ritel Rp79,42 miliar, investasi Rp21,71 miliar, dan korporat Rp1,45 miliar.

        Namun, pertumbuhan pendapatan tersebut diiringi lonjakan beban pokok pendapatan yang meningkat tajam menjadi Rp2,20 triliun dari Rp1,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kenaikan biaya ini memberikan tekanan besar pada kinerja operasional.

        Akibatnya, Perseroan mencatatkan rugi usaha sebesar Rp519,05 miliar, melonjak 449% dibandingkan rugi usaha Rp94,38 miliar pada kuartal I 2025. Tekanan pada level operasional ini menjadi faktor utama yang mendorong BUKA terjatuh ke zona rugi.

        Baca Juga: Penjualan Turun, Laba Mayora Indah (MYOR) Tetap Melesat 37% di Q1 2026

        Baca Juga: Pendapatan Naik, Garuda Indonesia (GIAA) Pangkas Rugi 39,23% di Kuartal I 2026

        Dari posisi keuangan, total aset BUKA hingga akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp25,42 triliun, menurun dari Rp26,03 triliun pada akhir 2025. Liabilitas juga mengalami penurunan menjadi Rp657,89 miliar dari Rp717,29 miliar. Sementara itu, ekuitas tercatat sebesar Rp24,77 triliun, turun dari Rp25,31 triliun pada akhir tahun sebelumnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: