Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bank Neo Commerce Lanjutkan Tren Positif, Laba Kuartal I Tembus Rp136 Miliar

        Bank Neo Commerce Lanjutkan Tren Positif, Laba Kuartal I Tembus Rp136 Miliar Kredit Foto: Bank Neo Commerce
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) mencatat laba bersih Rp136,98 miliar pada Kuartal I 2026, melanjutkan tren kinerja positif sejak tahun lalu di tengah ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik.

        Kinerja tersebut ditopang oleh perbaikan efisiensi, kualitas aset yang terjaga, serta penguatan struktur permodalan. Perseroan juga mencatat total aset sebesar Rp18,34 triliun per 31 Maret 2026, naik 0,94% dibandingkan Rp18,17 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Direktur Utama PT Bank Neo Commerce Tbk Eri Budiono mengatakan perseroan tetap fokus menjalankan bisnis secara hati-hati dengan menjaga tata kelola.

        “Di tengah banyaknya ketidakpastian yang sedang terjadi dan keadaan geopolitik yang tengah bergejolak di beberapa belahan dunia, Bank Neo Commerce terus berupaya menjalankan bisnis dengan baik dan tetap memperhatikan tata kelola,” ujarnya.

        Penyaluran kredit BNC per akhir Maret 2026 tercatat Rp7,03 triliun, turun 17,24% dibandingkan Rp8,49 triliun pada Kuartal I 2025.

        Perseroan menyatakan penurunan tersebut sejalan dengan strategi penyaluran kredit yang lebih selektif dan berorientasi kualitas. Hal itu tercermin dari rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) neto yang tetap rendah di level 0,43%.

        BNC menyebut fokus pertumbuhan kredit diarahkan ke segmen digital ritel secara hati-hati sambil memperkuat ekosistem digital.

        Dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp13,42 triliun, turun 1,97% dari Rp13,69 triliun pada periode sama tahun lalu. Namun, komposisi dana murah membaik.

        Tabungan meningkat 8,62% menjadi Rp3,50 triliun dari Rp3,22 triliun. Sementara deposito turun 2,18% menjadi Rp9,35 triliun dari Rp9,56 triliun.

        Perbaikan struktur pendanaan mendorong rasio CASA ke level 30,34% pada akhir Kuartal I 2026.

        Dari sisi permodalan, rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) naik signifikan menjadi 50,60% dari 35,81% pada tahun sebelumnya.

        Rasio tersebut menunjukkan ruang ekspansi bisnis masih terbuka dengan likuiditas yang dinilai memadai.

        BNC mencatat rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) sebesar 83,68%, cost to income ratio(CIR) 32,93%, dan net interest margin (NIM) 13,50%.

        Baca Juga: Bank Neo Commerce Cetak Laba Rp565 Miliar 2025, Naik 2.745%

        Baca Juga: Susi Pudjiastuti Resmi Menjabat Komisaris Utama Bank BJB

        Baca Juga: BNI Catat Laba Rp5,6 Triliun pada Kuartal I 2026, Kredit Tumbuh 20,1%

        Perseroan juga menyiapkan layanan buy now pay later (BNPL) yang ditargetkan meluncur pada 2026 sebagai bagian dari perluasan akses pembiayaan digital.

        Selain itu, saham BBYB resmi masuk anggota baru Indeks Economic 30 yang mulai berlaku 2 Maret 2026.

        “Bank Neo Commerce kembali membuktikan dapat mencatatkan raihan laba yang baik di Kuartal I/2026 yang melebihi target yang sudah kami tetapkan,” kata Eri.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: