Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Bagikan 8 Leadership Traits, Mendiktisaintek Ingatkan Anak Muda Jangan Tergoda Eksistensi

        Bagikan 8 Leadership Traits, Mendiktisaintek Ingatkan Anak Muda Jangan Tergoda Eksistensi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, menekankan pentingnya pembentukan karakter kepemimpinan yang kuat bagi generasi muda Indonesia dalam menghadapi tantangan dan kompetisi global.

        Hal itu disampaikan Prof. Brian saat memberikan kuliah umum pada Welcoming Novo Club Batch 4 yang digelar ParagonCorp, Sabtu (25/4).

        Dalam pemaparannya, Prof. Brian menyampaikan delapan karakter kepemimpinan yang dinilai penting dimiliki pemimpin masa depan, yakni ketahanan di bawah tekanan (resilience under pressure), inovasi berkelanjutan (continuous innovation), keberanian dalam pengambilan keputusan (courageous decision-making), kerendahan hati intelektual (intellectual humility), kemampuan memberdayakan tim (empowering great teams), eksekusi dan kedisiplinan (execution and discipline), kemampuan beradaptasi secara strategis (strategic adaptability), serta dampak jangka panjang (long-term impact).

        Dari delapan karakter tersebut, Prof. Brian menyoroti pentingnya resilience atau ketahanan mental dalam menghadapi tekanan dan kegagalan. Menurut dia, setiap perjalanan menuju kesuksesan akan selalu diwarnai tantangan dan kegagalan.

        “Pasti ada satu saat nanti Anda stres. Pasti ada satu saat berada di titik terendah. Jadi, kalau gagal, terima kasih kepada Tuhan. Karena orang yang tidak mengenal kegagalan, dia tidak tahu rasanya gagal. Setiap manusia pasti pernah jatuh,” ungkap Prof. Brian.

        Ia menambahkan, karakter kepemimpinan yang kuat dibangun melalui ketekunan dan konsistensi, bukan dari seberapa besar eksistensi seseorang di ruang publik. Karena itu, generasi muda diminta tidak terjebak pada apa yang disebutnya sebagai “aksesori keberhasilan”.

        “Jangan tergoda aksesori keberhasilan. Lihat top 10 perusahaan sukses di Indonesia, tidak ada yang pernah viral,” tutur Prof. Brian.

        Menurut dia, ukuran keberhasilan sesungguhnya terletak pada hal-hal yang lebih substansial dan berdampak nyata.

        “Ukuran keberhasilan itu seberapa besar tabungan Anda, seberapa banyak yang bisa kalian sumbangkan, kalian kasih orang tua. Kesuksesan itu tidak ada kaitannya dengan eksistensi. Kesuksesan ditentukan oleh seberapa keras kita mengejar sukses itu sendiri, seberapa kuat endurance kita untuk terus mengejar mimpi-mimpi kita,” pesannya.

        Pesan tersebut menjadi bekal bagi peserta Novo Club Batch 4 yang akan menjalani program pengembangan diri selama 1,5 tahun. Para peserta diharapkan tidak hanya berani berinovasi, tetapi juga memiliki ketekunan dan ketahanan mental untuk konsisten mengejar tujuan.

        Senada dengan Prof. Brian, CEO Paragon Nurhayati Subakat Entrepreneurship Institute (NSEI), Salman Subakat, mengatakan keberhasilan kerap datang dari mereka yang berani mengambil langkah, bukan menunggu segala sesuatu sempurna.

        “Banyak perubahan besar di dunia ini tidak dimulai dari orang yang paling siap, tetapi dari mereka yang cukup berani untuk melangkah,” ujar Salman.

        Semangat tersebut juga dirasakan peserta Novo Club. Shadrina Aliya Shafa dari Region 7 mengaku kegiatan itu memberinya dorongan untuk lebih percaya diri dan tidak takut gagal.

        “Acara hari ini sangat inspiratif dan sangat seru ya, karena kalau dilihat tadi banyak pemateri-pemateri hebat yang bikin kita lebih percaya diri dan gak takut gagal. Pesannya untuk Novo ke depan, semoga banyak kegiatan-kegiatan positif lainnya yang membuat anak muda di Indonesia berenergi positif lagi dan berani untuk berdampak,” ujarnya.

        Peserta lainnya, Lisa, juga menilai pertumbuhan tidak lahir dari zona nyaman.

        “Pertumbuhan tidak datang dari zona nyaman. Jika ada peluang, ambillah. Lakukan meski dalam rasa takut, dan kamu akan menemukan potensi terbaikmu,” tuturnya.

        Baca Juga: Pemimpin Dua Tangan di Era Disrupsi

        Welcoming Novo Club Batch 4 mengusung tema “Berani Berinovasi, Berdampak Tanpa Batas” dan digelar secara hybrid. Sebagai program pengembangan selama 1,5 tahun, Novo Club menggabungkan pembelajaran dengan praktik langsung di lapangan.

        Sejak diluncurkan pada 2023, Novo Club telah menjangkau lebih dari 180.000 pendaftar dan menghasilkan lebih dari 260 program serta kegiatan yang dijalankan mahasiswa di berbagai daerah Indonesia.

        Melalui Novo Club Batch 4, ParagonCorp menegaskan komitmennya untuk mendorong generasi muda Indonesia agar tidak hanya berani memulai, tetapi juga memiliki ketahanan untuk terus melangkah dan menciptakan dampak nyata bagi komunitasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: