Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Unilever (UNVR) Raih Penjualan Rp8,4 Triliun di Kuartal I 2026, Laba Naik 73%

        Unilever (UNVR) Raih Penjualan Rp8,4 Triliun di Kuartal I 2026, Laba Naik 73% Kredit Foto: Lestari Ningsih
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mencatatkan kinerja yang solid pada kuartal pertama 2026, dengan pertumbuhan laba dan penjualan. Hal ini mencerminkan efektivitas strategi efisiensi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan Perseroan.

        Unilever Indonesia membukukan penjualan bersih dari operasi yang dilanjutkan sebesar Rp8,4 triliun, meningkat 2,8% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

        Kontribusi utama berasal dari segmen kebutuhan rumah tangga dan perawatan tubuh sebesar Rp6,04 triliun, serta makanan dan minuman sebesar Rp2,39 triliun. Dari sisi geografis, penjualan domestik mendominasi dengan Rp8,21 triliun, sementara ekspor tercatat Rp222,68 miliar.

        Di sisi profitabilitas, laba tercatat Rp2,1 triliun atau melesat 73% dari Rp1,2 triliun, mengesampingkan laba dari divestasi Sariwangi. Adapun laba bersih dari operasi yang dilanjutkan mencapai Rp1,3 triliun, tumbuh 14,1% secara tahunan. 

        Marjin kotor tercatat di level 48,2%, turun tipis 18 basis poin dibandingkan tahun lalu. Namun, jika mengecualikan biaya transformasi, marjin kotor tetap kuat di 48,8%. Sementara itu, laba sebelum pajak meningkat menjadi 18,9%, naik signifikan sebesar 167 basis poin.

        “Di tengah kondisi eksternal yang masih menantang, langkah-langkah disiplin yang telah kami jalankan selama setahun terakhir mulai menunjukkan kemajuan pada kualitas pertumbuhan, kekuatan eksekusi di pasar, serta ketangguhan kinerja keuangan Perseroan," ujar Presiden Direktur Benjie Yap. 

        "Hasil kinerja kuartal pertama ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa bisnis kami berada dalam jalur kemajuan yang positif, didukung oleh fundamental yang terus membaik serta momentum yang semakin menguat," lanjutnya. 

        Perseroan mengandalkan tiga pilar utama dalam strategi pertumbuhannya, yakni penguatan kategori produk, optimalisasi saluran penjualan, serta pengendalian biaya. Ketiga pilar ini menjadi fondasi untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang yang lebih berkualitas.

        Baca Juga: Unilever (UNVR) Klarifikasi Kabar Penjualan Bisnis Jus Buavita

        Baca Juga: Melesat 31%, Pendapatan MDIY Tembus Rp2,4 Triliun di Kuartal I 2026

        Dari sisi neraca, total aset tercatat relatif stabil di Rp20,01 triliun per Maret 2026 dibandingkan posisi Desember 2025. Liabilitas menurun menjadi Rp13,45 triliun dari Rp15,54 triliun, sementara ekuitas meningkat signifikan menjadi Rp6,55 triliun dari Rp4,47 triliun.

        Ke depan, Perseroan tetap fokus untuk mencatat pertumbuhan di atas pasar sambil mengantisipasi berbagai tekanan eksternal.

        “Meskipun kondisi pasar terus berubah, kami tetap memperkirakan adanya peningkatan margin yang moderat untuk tahun 2026 secara keseluruhan. Prioritas kami tetap sama: memperkuat fondasi bisnis, mewujudkan pertumbuhan yang konsisten, dan menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi para pemegang saham,” tutup Benjie.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: