Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Unilever Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,3 Triliun di Kuartal I-2026

        Unilever Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp1,3 Triliun di Kuartal I-2026 Kredit Foto: Lestari Ningsih
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Unilever Indonesia Tbk membukukan laba bersih dan operasi yang dilanjutkan tidak termasuk bisnis Teh Sari Wangi mencapai Rp1,3 triliun, atau meningkat 14,1% dibandingkan tahun sebelumnya. 

        Laba bersih ini meningkat seiring penjualan yang tembus Rp8,4 triliun, naik 2,8 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

        Sementara marjin kotor dari operasi yang dilanjutkan berada di level 48,2%, turun 18 basis poin dibandingkan tahun lalu. Dengan mengecualikan biaya transformasi, marjin kotor tetap solid di 48,8%.

        Presiden Direktur Unilever, Benjie Yap, mengatakan capaian kuartal pertama 2026 ini menandai langkah penting Perseroan untuk terus maju, sekaligus mencerminkan momentum yang telah dibangun sepanjang tahun 2025. 

        Di tengah kondisi eksternal yang masih menantang, langkah-langkah disiplin yang telah jalankan selama setahun terakhir mulai menunjukkan kemajuan pada kualitas pertumbuhan, kekuatan eksekusi di pasar, serta ketangguhan kinerja keuangan Perseroan. 

        Baca Juga: Unilever (UNVR) Raih Penjualan Rp8,4 Triliun di Kuartal I 2026, Laba Naik 73%

        "Hasil kinerja kuartal pertama ini semakin memperkuat keyakinan kami bahwa bisnis kami berada dalam jalur kemajuan yang positif, didukung oleh fundamental yang terus membaik serta momentum yang semakin menguat," ungkap dia Kamis (30/4/2026.

        Fokus Perseroan saat ini adalah tetap memastikan bahwa inovasi yang dihadirkan tidak hanya relevan, namun juga memiliki daya tarik yang kuat bagi konsumen. Perseroan terus meningkatkan keterjangkauanproduk melalui peluncuran kemasan dengan harga yang bernilai (value-oriented price pack), sekaligus memperluas aktivasi merek untuk menjangkau lebih banyak konsumen. 

        Sejalan dengan upaya tersebut, Perseroan terus menyesuaikan eksekusi di setiap kanal dengan menghadirkan inovasi khusus per kanal, guna meningkatkan tingkat konversi dan efektivitas di pasar. 

        Selain itu, Perseroan juga mendorong inovasi berbasis format untuk membuka peluang penggunaan baru serta memperkuat daya saing merek di seluruh kategori.

        Guna memperkuat merek-merek inti, Perseroan secara konsisten menerapkan pendekatan terintegrasi 6P (Product, Packaging, Proposition, Promotion, Place, dan Pricing), serta mempertahankan tingkat investasi yang memadai untuk memastikan belanja tersebut dapat secara efektif menciptakan permintaan. 

        Baca Juga: Unilever (UNVR) Klarifikasi Kabar Penjualan Bisnis Jus Buavita

        Secara paralel, transformasi portofolio terus menunjukkan kemajuan menuju segmen dengan pertumbuhan yang lebih tinggi, dengan kontribusi yang meningkat dari 8,3% menjadi 10,0% pada kuartal pertama 2026 dibandingkan kuartal pertama 2025.

        "Hal in imencerminkan upaya disiplin Perseroan dalam melakukan penataan ulang portofolio guna memperkuat kualitas pertumbuhan serta meningkatkan daya saing bisnis secara keseluruhan," pungkas dia.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Fajar Sulaiman

        Bagikan Artikel: