Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Menuju Net Zero 2050, Kemenperin Dorong Penguatan Pengolahan Air dan Limbah

        Menuju Net Zero 2050, Kemenperin Dorong Penguatan Pengolahan Air dan Limbah Kredit Foto: Ayu Rachmaningtyas Tuti Dewanto
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk memperkuat infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah.

        Salah satu langkah nyata dilakukan melalui kolaborasi strategis antara PT CITIC Envirotech Indonesia, PT Indonesia Water Solutions, dan Yantai Jinzheng Eco-Technology Co., Ltd.

        Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, bahwa penguatan infrastruktur pengelolaan air dan limbah merupakan salah satu kunci dalam memajukan transformasi industri nasional menuju keberlanjutan.

        “Penguatan infrastruktur pendukung industri, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah, menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan industri yang berdaya saing sekaligus mendukung target net zero emission sektor industri pada tahun 2050,” ujar Menperin, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Kamis (30/4).

        Kerja sama tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi pengolahan air, air limbah, serta desalinasi air laut di kawasan industri. Kolaborasi ini juga ditargetkan memperkuat ketersediaan air baku berkelanjutan, meningkatkan efisiensi pengelolaan limbah, serta menjaga ketahanan sumber daya air di berbagai wilayah industri di Indonesia.

        Selain itu, pengembangan teknologi desalinasi air laut juga membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas produksi garam industri nasional. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat kemandirian industri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan baku strategis.

        Kementerian Perindustrian juga terus mengakselerasi penerapan prinsip ekonomi sirkular di kawasan industri melalui pemanfaatan kembali air limbah, penggunaan teknologi ramah lingkungan, juga optimalisasi penggunaan sumber daya air secara efisien. Pendekatan ini diyakini mampu meningkatkan produktivitas industri sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan dalam jangka panjang.

        Baca Juga: Kemenperin: Saatnya Industri Nasional Manfaatkan Geopolitik Dunia untuk Ekspor

        Baca Juga: Industri Kecil Kini Bisa Self Declare TKDN, Begini Syaratnya

        Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (Ditjen KPAII) berperan aktif dalam mendukung realisasi proyek pengolahan air dan limbah di kawasan industri, termasuk memfasilitasi investasi dan memperluas kerja sama internasional guna memperkuat daya saing industri nasional.

        Sebagai langkah Ianjutan, kerja sama ini diharapkan dapat segera diwujudkan melalui pelaksanaan proyek percontohan di kawasan industri . "Kami berharap kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga dapat mempercepat transfer teknologi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia nasional, serta memperkuat daya saing industri Indonesia di tingkat global," Tutup Agus.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
        Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

        Bagikan Artikel: