Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        CLEO Raih Penjualan Rp774,39 Miliar di Q1 2026, Ekspansi Pabrik Dongkrak Pertumbuhan

        CLEO Raih Penjualan Rp774,39 Miliar di Q1 2026, Ekspansi Pabrik Dongkrak Pertumbuhan Kredit Foto: Siaran Pers/PT Sariguna Primatirta Tbk
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Sariguna Primatirta Tbk. (CLEO) menunjukkan performa yang tetap solid sepanjang kuartal I 2026. Emiten produsen air minum dalam kemasan ini berhasil mencatatkan laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp119,81 miliar, meningkat dari Rp116,5 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

        Kenaikan laba ini menjadi bukti ketahanan bisnis Perseroan di tengah ketatnya persaingan industri AMDK, sekaligus mencerminkan kemampuan CLEO dalam menjaga profitabilitas secara konsisten.

        Dari sisi top line, CLEO membukukan penjualan sebesar Rp774,39 miliar atau tumbuh 15,7% dibandingkan Rp668,9 miliar pada kuartal I 2025. 

        Segmen botol masih menjadi tulang punggung dengan penjualan Rp432,7 miliar dari sebelumnya Rp370,22 miliar. Sementara itu, segmen non-botol juga mencatatkan peningkatan menjadi Rp325,67 miliar dari Rp280,25 miliar. Adapun segmen lainnya tercatat Rp16,01 miliar dari Rp18,41 miliar.

        Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, beban pokok penjualan turut meningkat menjadi Rp335,78 miliar dari Rp273,99 miliar. Meski demikian, laba bruto tetap menunjukkan peningkatan menjadi Rp438,61 miliar dari Rp394,9 miliar.

        Kinerja positif ini tidak lepas dari strategi ekspansi yang dijalankan Perseroan. Optimalisasi pabrik hasil ekspansi terbukti mampu mendorong volume penjualan, khususnya di wilayah-wilayah baru. Untuk semakin memperkuat kapasitas produksi, CLEO berencana menambah tiga pabrik baru yang berlokasi di Palu, Pontianak, dan Pekanbaru.

        Pabrik di Palu dijadwalkan mulai beroperasi pada kuartal III 2026, sementara dua pabrik lainnya di Pontianak dan Pekanbaru akan menyusul pada kuartal IV 2026. Tambahan kapasitas ini diyakini akan menjadi katalis penting bagi pertumbuhan kinerja Perseroan, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

        Baca Juga: Produsen Indomie (ICBP) Raih Penjualan Rp21,72 Triliun di Kuartal I 2026

        Baca Juga: Kapok Rugi! Hypermart (MPPA) Catat Laba Bersih Rp1,6 Miliar di Kuartal I 2026

        Dari sisi neraca, total aset CLEO per Maret 2026 tercatat meningkat menjadi Rp3,26 triliun dibandingkan Rp3,01 triliun pada Desember 2025. Liabilitas juga naik menjadi Rp826,47 miliar dari Rp706,66 miliar, sementara ekuitas tumbuh menjadi Rp2,43 triliun dari Rp2,31 triliun.

        Dengan kombinasi pertumbuhan penjualan, ekspansi kapasitas, dan fundamental keuangan yang semakin kuat, CLEO berada di jalur yang tepat untuk melanjutkan tren pertumbuhan yang berkelanjutan di industri AMDK.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: