Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        WHO Sebut 3 Orang Tewas Akibat Virus Mematikan yang Disebar di Kapal Pesiar

        WHO Sebut 3 Orang Tewas Akibat Virus Mematikan yang Disebar di Kapal Pesiar Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization) pada akhir pekan lalu menyatakan bahwa tiga orang tewas karena diduga terjangkit wabah Hantavirus di atas kapal pesiar asal Belanda

        Virus ini umumnya ditularkan melalui hewan pengerat dan dapat memicu penyakit pernapasan akut yang berpotensi fatal.

        "Dari enam individu yang terdampak, tiga di antaranya meninggal dunia dan satu orang saat ini tengah menjalani perawatan di unit perawatan intensif (ICU) di South Africa," kata perwakilan WHO.

        Perusahaan operator kapal, Oceanwide Expeditions, turut mengonfirmasi jatuhnya korban jiwa melalui siaran pers resmi. Pihaknya juga menyebutkan bahwa dua awak kapal lainnya saat ini membutuhkan penanganan medis segera.

        WHO menyatakan bahwa proses penyelidikan masih berlangsung, mencakup pengujian laboratorium, penilaian epidemiologi, hingga pengurutan (sequencing) virus. Sementara itu, perawatan medis terus diberikan kepada penumpang dan kru kapal.

        Hingga kini, otoritas Cape Verde belum memberikan izin turun bagi penumpang dari kapal MV Hondius yang membutuhkan perawatan medis. Meski demikian, pejabat kesehatan setempat dilaporkan telah memeriksa dua individu yang menunjukkan gejala.

        Terkait penyebaran, WHO menjelaskan bahwa infeksi hantavirus umumnya terjadi akibat paparan lingkungan, seperti kontak dengan urine atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi.

        "Meski sangat jarang terjadi, hantavirus dapat menular antarmanusia dan memicu penyakit pernapasan parah yang membutuhkan pemantauan dan respons medis secara saksama," jelas WHO.

        Saat ini, WHO tengah memfasilitasi koordinasi antara negara anggota dan operator kapal untuk melakukan evakuasi medis darurat terhadap dua penumpang bergejala. Upaya ini juga mencakup penilaian risiko kesehatan masyarakat serta dukungan bagi penumpang yang masih berada di atas kapal.

        "Kami telah menginformasikan hal ini kepada focal point nasional sesuai dengan Peraturan Kesehatan Internasional. Laporan Disease Outbreak News untuk publik juga akan segera dirilis," tambah WHO.

        Berdasarkan laporan media, kapal pesiar tersebut bertolak dari Argentina sekitar tiga pekan lalu dengan membawa sekitar 150 penumpang. Kapal ini sempat singgah di Antarctica sebelum melanjutkan perjalanan menuju Cape Verde.

        Sementara itu, laporan Sky News menyebutkan bahwa salah satu penumpang yang terinfeksi merupakan warga negara Inggris.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: