Hantavirus Bisa Jadi Pandemi Covid Selanjutnya? Begini Kata WHO
Kredit Foto: Istimewa
Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO) buka suara terkait dengan penyebarah hantavirus yang muncul wabah di MV Hondius. Pihaknya terus melacak penumpang yang telah turun dari kapal sebelum virus terdeteksi, termasuk orang-orang yang sempat melakukan kontak erat dengan mereka.
Direktur Manajemen Epidemi dan Pandemi Organisasi Kesehatan Dunia , Maria Van Kerkhove menegaskan risiko bagi masyarakat umum masih rendah meskipun strain andes virus memiliki kemungkinan penularan antarmanusia.
Baca Juga: Waspada, Tetangga Indonesia Isolasi Dua Orang Suspek Hantavirus!
“Ini bukan coronavirus, ini virus yang sangat berbeda. Situasinya tidak sama seperti yang kita hadapi enam tahun lalu,” ujar Maria Van Kerkhove.
WHO kini tengah menyiapkan panduan langkah demi langkah bagi puluhan penumpang yang masih berada di kapal sebelum mereka turun di Canary Islands akhir pekan ini dan kembali ke negara masing-masing. Hingga saat ini, tidak ada penumpang tersisa yang menunjukkan gejala.
Ia juga menyebut hingga kini terdapat lima kasus hantavirus yang telah terkonfirmasi serta tiga kasus lain yang masih dalam penyelidikan.
Hantavirus umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, namun dalam kasus langka dapat menyebar antarmanusia, khususnya pada strain andes virus yang ditemukan pada beberapa korban dalam klaster ini.
Oceanwide Expeditions menyatakan seluruh penumpang yang turun di Saint Helena pada 24 April telah dihubungi. Penumpang tersebut berasal dari sedikitnya 12 negara, termasuk tujuh warga Inggris dan enam warga Amerika Serikat.
Kasus pertama hantavirus dalam wabah ini terdeteksi pada awal Mei 2026.
Oceanwide Expeditions juga mengatakan pihaknya sedang mengumpulkan data seluruh penumpang dan kru yang naik maupun turun sejak 20 Maret.
Dua korban meninggal asal Belanda yang diyakini menjadi kasus pertama dalam wabah ini diketahui naik ke kapal pada 1 April.
Maskapai KLM Royal Dutch Airlines menyatakan seorang perempuan Belanda sempat diturunkan dari pesawat di Johannesburg pada 25 April akibat kondisi kesehatannya memburuk. Ia meninggal dunia sebelum tiba di Belanda.
Seorang pramugari KLM yang sempat melakukan kontak dengan korban kini dirawat di rumah sakit di Amsterdam setelah menunjukkan kemungkinan gejala hantavirus.
Otoritas Belanda juga melakukan pemantauan kesehatan harian terhadap kru dan penumpang yang sempat membantu korban.
Pada Rabu lalu, tiga pasien dievakuasi dari kapal. Dua di antaranya dirawat di Belanda. Sementara satu pasien lainnya dipindahkan ke Jerman untuk mendapatkan perawatan medis.
Di Switzerland, seorang pria yang ikut dalam pelayaran dan dirawat di rumah sakit dinyatakan positif terinfeksi hantavirus.
Sementara itu, Denmark menyebut seorang warga negaranya yang berada di kapal telah kembali ke rumah dan diminta menjalani isolasi mandiri sebagai langkah pencegahan.
Baca Juga: Insularitas Jadi Ancaman Baru terhadap Kepercayaan Masyarakat di Indonesia
Di Canada, pejabat kesehatan mengatakan dua warganya telah kembali sebelum wabah teridentifikasi, sementara satu warga lainnya berada dalam penerbangan yang sama dengan penumpang bergejala. Ketiganya hingga kini tidak menunjukkan gejala infeksi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: