Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Sudah Tewaskan 3 Orang, WHO sebut Hantavirus Bisa Tularkan Antarmanusia dan Belum Ada Obatnya

Sudah Tewaskan 3 Orang, WHO sebut Hantavirus Bisa Tularkan Antarmanusia dan Belum Ada Obatnya Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengonfirmasi adanya wabah mematikan hantavirus di kapal pesiar Hundius yang tengah berlayar di perairan Samudra Atlantik.

Tragedi ini telah merenggut tiga nyawa, dan WHO menduga ada kemungkinan terjadinya penularan antarmanusia (transmisi manusia ke manusia) pada kontak jarak dekat di atas kapal.

Kepala Bidang Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi dan Pandemi WHO, Maria Van Kerkhove, memaparkan bahwa pihaknya pertama kali menerima laporan wabah tersebut pada 2 Mei lalu. Dari total 147 penumpang dan awak kapal, tujuh orang dilaporkan jatuh sakit.

"Tiga orang telah meninggal dunia. Saat ini, satu pasien berada di ruang perawatan intensif (ICU) di Afrika Selatan dengan kondisi yang berangsur membaik," jelas Van Kerkhove kepada wartawan di Jenewa, Selasa (5/5).

Ia menambahkan, prioritas utama saat ini adalah mengevakuasi dua pasien lain yang masih berada di kapal menuju Belanda untuk mendapatkan perawatan medis yang memadai. Beruntung, belum ada laporan tambahan mengenai penumpang lain yang menunjukkan gejala serupa.

Sementara itu, terkait asal-usul penyebaran, WHO meyakini infeksi awal terjadi sebelum para korban memulai pelayaran. Pasien pertama yang teridentifikasi adalah sepasang suami istri yang naik ke kapal pesiar tersebut dari Argentina.

"Mengingat masa inkubasi hantavirus berkisar antara satu hingga enam pekan, asumsi kami adalah mereka sudah terinfeksi saat masih berada di luar kapal," ungkap Van Kerkhove.

Meskipun kasus penularan hantavirus antarmanusia tergolong sangat jarang terjadi, Van Kerkhove menegaskan bahwa kemungkinan tersebut tidak dapat dikesampingkan, terutama di antara kontak yang sangat dekat seperti pasangan suami istri atau rekan sekamar di dalam kabin.

Kasus serupa secara terbatas pernah tercatat pada wabah virus Andes, yang merupakan kelompok dari keluarga hantavirus.

Sebagai informasi, hantavirus adalah virus yang umumnya dibawa oleh hewan pengerat. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak langsung dengan hewan tersebut, maupun dari paparan urine, kotoran, atau air liurnya. Infeksi ini memicu gangguan pernapasan yang sangat parah.

Sejauh ini, belum ada obat spesifik untuk menyembuhkan hantavirus, penanganan medis hanya bertumpu pada perawatan suportif, khususnya pemberian alat bantu pernapasan bagi pasien.

Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

Editor: Ferry Hidayat