Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Penjualan Erajaya (ERAA) Tembus Rp22,4 Triliun, Laba Melonjak 133% di Awal 2026

        Penjualan Erajaya (ERAA) Tembus Rp22,4 Triliun, Laba Melonjak 133% di Awal 2026 Kredit Foto: Erajaya
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) membuka tahun 2026 dengan performa solid, mencerminkan kekuatan strategi bisnis yang telah dibangun selama tiga dekade. Memasuki usia ke-30, Perseroan menunjukkan akselerasi pertumbuhan yang signifikan, terlihat dari peningkatan di hampir seluruh indikator keuangan utama.

        Penjualan neto ERAA pada kuartal pertama 2026 tercatat melonjak 41,12% secara tahunan (YoY) menjadi Rp22,4 triliun. Tak hanya itu, laba bersih juga meroket 133,49% menjadi Rp495,6 miliar. Sementara laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp452,7 miliar, tumbuh 122,73% YoY.

        Kinerja gemilang ini tak lepas dari kontribusi kuat segmen utama, yakni penjualan ponsel dan tablet yang masih menjadi tulang punggung bisnis Perseroan. Momentum konsumsi selama perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan turut memberikan dorongan signifikan, khususnya pada kategori produk aksesori dan gaya hidup.

        Di sisi lain, strategi diversifikasi yang dijalankan ERAA mulai menunjukkan hasil nyata. Unit bisnis Erajaya Active Lifestyle serta Erajaya Food & Nourishment terus memperbesar kontribusinya terhadap pendapatan, memperkuat fondasi pertumbuhan yang lebih beragam dan berkelanjutan.

        "Memasuki tahun ke-30 Erajaya, pencapaian ini menegaskan bahwa fondasi yang telah kami bangun selama tiga dekade kini semakin mengakselerasi pertumbuhan. Kinerja solid di Q1 2026 mencerminkan efektivitas strategi diversifikasi yang dijalankan secara konsisten, didukung oleh penguatan portofolio merek, ekspansi jaringan ritel yang terukur, serta semakin kuatnya kontribusi dari berbagai vertikal bisnis," kata Hasan Aula, Deputy Group CEO PT Erajaya Swasembada Tbk.

        Dengan jaringan yang terus meluas, ERAA kini mengoperasikan 2.333 gerai ritel di seluruh Indonesia, didukung oleh 70 pusat distribusi. Skala bisnis yang besar ini menjadi fondasi penting dalam memperkuat ekosistem ritel yang terintegrasi dan adaptif terhadap perubahan pasar.

        Baca Juga: Modal Rp10,1 Miliar, Grup Erajaya (ERAL) Bentuk Joint Venture dengan Perusahaan Hong Kong

        Baca Juga: Penjualan ACES Tembus Rp2,35 Triliun di Q1 2026, Ditopang Ramadan dan Idulfitri

        Ke depan, Perseroan berkomitmen untuk terus memperkuat posisinya melalui ekspansi yang terukur, peningkatan pengalaman pelanggan, serta pengembangan portofolio merek yang semakin relevan dengan kebutuhan konsumen.

        "Dengan ekosistem ritel yang semakin terintegrasi dan portofolio merek yang terus berkembang, kami optimis membangun pertumbuhan yang semakin kuat ke depan," tutup Hasan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: