Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        CEO Honda Akui Tak Punya Kesempatan Melawan Pabrikan Otomotif China

        CEO Honda Akui Tak Punya Kesempatan Melawan Pabrikan Otomotif China Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kunjungan CEO Honda, Toshihiro Mibe, ke sebuah pabrik kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) di China pada beberapa beberapa bulan lalu memunculkan kekhawatiran mendalam.

        Sebab, efisiensi dan tingkat otomatisasi pabrik tersebut membuatnya pesimis Honda bisa bersaing, terlebih di tengah pukulan berat akibat perubahan kebijakan di Amerika Serikat (AS).

        Melansir dari laporan SlashGear, sama seperti produsen mobil besar lainnya, Honda terpaksa memutar haluan secara cepat pada pertengahan 2025.

        Langkah ini diambil setelah AS secara mendadak mengubah kebijakan dengan menghapus insentif pajak kendaraan listrik yang selama ini berlaku.

        Dampak dari kebijakan tersebut sangat fatal, produsen otomotif Amerika seperti Ford dan General Motors menanggung kerugian hingga miliaran dolar. Di sisi lain, kerugian Honda menembus angka 15,7 miliar dolar AS.

        Pada awal Maret, tak lama setelah kunjungan Mibe ke pabrik EV di China, Honda secara resmi melaporkan kerugian tahunan pertamanya. Kecepatan dan efisiensi pabrik pesaing di China tersebut dikabarkan sangat mengejutkan sang CEO.

        "Kita tidak punya peluang melawan ini," ujar Mibe, seperti dikutip dari artikel Nikkei Asia yang terbit pada 31 Maret lalu. "Mulai dari pengadaan suku cadang hingga manajemen logistik, semuanya di fasilitas tersebut sudah terotomatisasi, dan tidak ada satupun manusia di lantai produksi."

        Pada akhir tahun lalu, Mibe sebenarnya telah memprediksi bahwa perubahan kebijakan AS akan menunda transisi dunia dari mesin pembakaran internal menuju kendaraan listrik. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa Honda tetap memiliki kewajiban moral untuk menekan laju pemanasan global dengan perlahan meninggalkan bahan bakar fosil.

        Dinamika industri ini turut memicu reaksi hangat di dunia maya. Di forum Technology Reddit, banyak warganet yang meluapkan rasa frustrasi mereka terhadap fluktuasi pasar AS yang justru mempersulit masyarakat untuk beralih ke EV.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: