Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham Kesehatan Melesat di Tengah Ancaman Hantavirus, Hingga Jadi Penopang Kenaikan IHSG

        Saham Kesehatan Melesat di Tengah Ancaman Hantavirus, Hingga Jadi Penopang Kenaikan IHSG Kredit Foto: Antara/Indrianto Eko Suwarso
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Saham sektor kesehatan melesat dan menjadi salah satu penopang utama penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah meningkatnya perhatian pasar terhadap ancaman penyebaran hantavirus global usai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan tujuh kasus dugaan wabah dengan tiga korban meninggal dunia di kapal pesiar mewah yang berlayar di Afrika Barat.

        Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (7/5/2026), sektor kesehatan melonjak 2,01% dan menjadi sektor dengan penguatan terbesar di pasar saham domestik.

        IHSG sendiri ditutup menguat 81,85 poin atau 1,15% ke level 7.174,32. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di rentang 7.107,17 hingga 7.207,07.

        Pergerakan pasar didominasi saham menguat dengan 361 saham naik, 295 saham turun, dan 160 saham stagnan.

        Selain kesehatan, sektor keuangan naik 1,98%, properti 1,33%, infrastruktur 1,29%, industrial 1,03%, barang konsumen primer 0,88%, teknologi 0,48%, dan barang konsumen nonprimer 0,44%.

        Sementara itu, tiga sektor berada di zona merah, yakni bahan baku turun 1,62%, transportasi melemah 1,36%, dan energi terkoreksi 1,24%.

        Hingga akhir sesi perdagangan, volume transaksi tercatat mencapai 42 miliar lembar saham dengan frekuensi 2,6 juta kali. Nilai transaksi mencapai Rp22 triliun dengan kapitalisasi pasar sebesar Rp12.808 triliun.

        Baca Juga: Jejak Awal Hantavirus Diselidiki dimulai dari Argentina

        Baca Juga: Sudah Tewaskan 3 Orang, WHO sebut Hantavirus Bisa Tularkan Antarmanusia dan Belum Ada Obatnya

        Di sektor kesehatan, sejumlah saham farmasi dan rumah sakit mencatat kenaikan signifikan. Saham PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX) melonjak 17,09% ke level 370, PT Medela Potentia Tbk (MDLA) naik 9,09% ke 240, dan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) menguat 8,42% ke 412.

        Selain itu, saham PT Kedoya Adyaraya Tbk (RSGK) naik 8,12%, PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menguat 4,05% ke 900, dan PT Peva Valent Tbk (PEVE) naik 3,83% ke 380, dan PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ) bertambah 3,62% 14.300.

        Adapula saham PT Itama Ranoraya Tbk (IRRA) nanjak 3,55% ke 408, PT Merck Tbk (MERK) terapresiasi 2,88% ke 4.280, serta PT Jayamas Medica Industri Tbk (OMED) melesat 2,17% ke 282. 

        Sentimen positif di sektor kesehatan muncul setelah pemerintah mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penyebaran hantavirus di Indonesia.

        Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan WHO untuk memperkuat deteksi dini dan pengawasan.

        “Virus ini kan virus yang lumayan berbahaya. Jadi kita udah koordinasi dengan WHO, kita melangkah itu untuk bisa lakukan screening-nya,” ujar Budi, Jakarta, Kamis (7/5/2026). 

        Ia menyebut Indonesia memiliki kapasitas deteksi yang lebih siap karena jumlah mesin PCR sudah cukup banyak sejak pandemi Covid-19.

        “Kita beruntung sekarang kan mesin PCR kita udah banyak. Jadi untuk deteksi virus ini, harusnya bisa lebih mudah. Cuma dipastikan reagen-nya masih khusus,” katanya.

        Baca Juga: Waspada Hantavirus, Virus Langka dan Mematikan di Balik Wabah Kapal Pesiar di Afrika

        Baca Juga: Dunia Dikejutkan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: 7 Kasus dan 3 Tewas

        WHO sebelumnya melaporkan tujuh kasus hantavirus terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius yang dioperasikan Oceanwide Expeditions. Dari total kasus tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia dan satu pasien berada dalam kondisi kritis.

        Mengutip informasi Kementerian Kesehatan, hantavirus merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan melalui rodensia seperti tikus dan mencit. Virus ini diketahui dapat menyebabkan haemorrhagic fever with renal syndrome (HFRS) hingga hantavirus pulmonary syndrome (HPS) yang menyerang sistem pernapasan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: