Dunia Dikejutkan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: 7 Kasus dan 3 Tewas
Kredit Foto: Istimewa
World Health Organization (WHO) melaporkan sedikitnya tujuh kasus hantavirus terdeteksi dalam dugaan wabah dalam sebuah kapal pesiar mewah yang berlayar di Afrika Barat, dengan tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
WHO menyatakan bahwa sejauh ini pihaknya telah mengonfirmasi tiga kematian akibat hantavirus yang menyerang kapal pesiar di Afrika Barat.
Baca Juga: Bitcoin Punya Kesempatan Masuk Neraca Bank, Ini Kata Morgan Stanley!
“Per 4 Mei 2026, tujuh kasus telah diidentifikasi, termasuk dua kasus yang terkonfirmasi laboratorium dan lima kasus suspek, dengan tiga kematian, satu pasien dalam kondisi kritis, serta tiga orang dengan gejala ringan," ungkapnya, dikutip dari Reuters.
Kapal pesiar tersebut dioperasikan oleh perusahaan berbasis dari Belanda, Oceanwide Expeditions. Ia sendiri memiliki nama dari MV Hondius. Laporan menyebutkan bahwa kapal tersebut saat ini berada di Cape Verde.
Oceanwide Expeditions sendiri menyatakan sedang menangani situasi medis serius di atas kapal.
“Kami sedang mengelola situasi medis serius di kapal ekspedisi ini,” demikian pernyataan resmi perusahaan.
Kapal tersebut, sekitar tiga minggu lalu, berangkat dari Argentina. Ia membawa sekitar 150 penumpang dan sempat singgah di Antarktika. Usai perjalanan tersebut, kapal itu bergerak menuju Afrika Barat.
Kementerian Luar Negeri Belanda mengonfirmasi bahwa dua warga negaranya termasuk di antara korban meninggal, tanpa merinci lebih lanjut.
World Health Organization menyebut satu pasien saat ini dirawat di unit perawatan intensif di Afrika Selatan. Sementara investigasi terhadap wabah masih berlangsung.
“WHO sedang melakukan penyelidikan terhadap wabah ini dan telah mengonfirmasi virus pada salah satu pasien melalui uji laboratorium,” kata badan tersebut.
Pihak operator kapal menyatakan otoritas setempat belum memberikan izin bagi penumpang yang membutuhkan perawatan medis untuk turun dari kapal. Sementara Belanda tengah mengupayakan evakuasi medis serta pemulangan dua penumpang yang mengalami gejala, termasuk pemulangan jenazah salah satu korban.
Hantavirus merupakan virus yang ditularkan melalui paparan kotoran atau urin hewan pengerat yang mengering dan terhirup manusia. Dalam kasus yang jarang, penularan antar manusia juga dapat terjadi.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut penyakit ini diawali dengan gejala mirip flu dan dapat berkembang menjadi gagal jantung serta paru-paru. Tingkat kematian penyakit ini diperkirakan mencapai sekitar 40%.
Saat ini belum tersedia obat khusus untuk mengobati hantavirus, sehingga penanganan difokuskan pada perawatan suportif, termasuk penggunaan ventilator pada kasus berat.
WHO menyatakan tengah memfasilitasi koordinasi antara negara anggota dan operator kapal untuk evakuasi medis.
Baca Juga: Sequis Life Dorong Hidup Sehat di Tengah Risiko Kesehatan
“WHO memfasilitasi koordinasi untuk evakuasi dua penumpang bergejala serta melakukan penilaian risiko kesehatan masyarakat secara menyeluruh bagi seluruh penumpang di kapal,” demikian pernyataan lembaga tersebut.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: