Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Harga Bitcoin (8/5) Turun: Waspada Reli Bear Market dan Aksi Ambil Untung!

        Harga Bitcoin (8/5) Turun: Waspada Reli Bear Market dan Aksi Ambil Untung! Kredit Foto: Unsplash/Kanchanara
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Harga bitcoin kembali melemah dalam satu hari terakhir setelah sempat mencatat reli pertama sejak awal tahun di Jumat (8/5). Hal ini menyusul aksi ambil untung investor karena adanya kekhawatiran soal belum usainya fase bearish dalam kripto.

        Dikutip dari Coinmarketcap, harga bitcoin baru-baru ini diperdagangkan di bawah level dari US$80.000. Hal ini terjadi karena meningkatnya aksi ambil untung investor.

        Baca Juga: Gedung Putih Segera Umumkan Cadangan Strategis Bitcoin Amerika Serikat

        Firma Analitik Kripto, CryptoQuant menilai pergerakan pasar saat ini masih merupakan bagian dari bear market rally atau reli sementara dalam tren pasar bearish. Menurut perusahaan tersebut, meningkatnya profit investor dapat memicu tekanan jual lebih lanjut terhadap Bitcoin.

        “Pemegang bitcoin merealisasikan keuntungan harian sebesar 14.600 BTC di 4 Mei. Ia merupakan level tertinggi sejak 10 Desember,” ungkap CryptoQuant.

        CryptoQuant menyebut lonjakan tersebut menjadi peristiwa realisasi profit signifikan pertama sejak Desember 2025. Investor jangka pendek dalam hal ini mulai mengunci keuntungan sejak pertengahan April 2026.

        Firma tersebut menambahkan bahwa secara historis, lonjakan realisasi keuntungan pada level resistance penting dalam fase bear market sering kali menjadi sinyal puncak harga jangka pendek atau fase konsolidasi yang lebih panjang.

        “Secara historis dalam bear market, lonjakan realisasi profit di level resistance utama biasanya mendahului puncak harga lokal atau fase konsolidasi berkepanjangan,” lanjut CryptoQuant.

        CryptoQuant juga mencatat net realized profit satu bulan dari bitcoin kini kembali berada di wilayah positif. Artinya, jumlah investor yang mencatat keuntungan dalam periode tersebut lebih besar dibandingkan yang mengalami kerugian.

        Meski demikian, perusahaan menilai level profit taking saat ini masih jauh dari kondisi yang biasanya menandai dimulainya bull market baru. Saat ini, net realized profit tercatat sekitar 20.000 BTC. Sedangkan transisi menuju bull market historisnya terjadi ketika profit taking berada di 130.000 hingga 200.000 BTC.

        “Perbedaan ini memperkuat klasifikasi bear market rally dibanding perubahan struktural menuju bull market,” tulis CryptoQuant.

        CryptoQuant juga memperingatkan bahwa peningkatan unrealized profit ke level tertinggi meningkatkan risiko koreksi harga, karena investor semakin terdorong untuk mengamankan keuntungan.

        Namun demikian, perusahaan melihat potensi koreksi belum tentu terjadi dalam waktu dekat. CryptoQuant menyoroti masih kuatnya permintaan di pasar perpetual futures, arus masuk bitcoin ke bursa yang relatif rendah serta penurunan permintaan spot yang belum terlalu dalam.

        Baca Juga: Kevin O’Leary: Tanpa Regulasi, Tren Tokenisasi hingga Adopsi Bitcoin Cuma Hype!

        Menurut CryptoQuant, kondisi tersebut secara historis masih mendukung penguatan harga jangka pendek selama fase bear market rally berlangsung.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Aldi Ginastiar

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: