Kredit Foto: KoinWorks
Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menetapkan dan menahan tiga petinggi PT Lunaria Annua Teknologi (LAT), pemilik platform financial technology (fintech) KoinWorks, terkait dugaan tindak pidana korupsi penyaluran kredit PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk senilai sekitar Rp600 miliar.
Ketiga petinggi yang ditahan yakni Benedicto Haryono (BH), Bernard Adrianto Arifin (BAA), dan Jonathan Bryan (JB). Mereka diduga terlibat dalam pengajuan dan penyaluran pembiayaan yang disebut dilakukan melalui analisis tidak layak dan manipulasi agunan berupa invoice.
Kejati DKI Jakarta menyebut penyaluran pembiayaan tersebut juga dilakukan tanpa penutupan asuransi sehingga menimbulkan potensi kerugian negara.
Kejati DKI Jakarta menyatakan penyidikan kasus ini masih terus dikembangkan. Penyidik saat ini mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk pihak perbankan dan nasabah yang diduga memanipulasi pengajuan kredit.
Selain melakukan pemeriksaan saksi dan ahli, penyidik juga melakukan pelacakan serta penyitaan aset guna pemulihan kerugian keuangan negara.
Profil KoinWorks
Melansir laman resminya, KoinWorks berdiri pada 2016 sebagai platform peer-to-peer lending yang berfokus pada pembiayaan UMKM dan layanan keuangan digital. Perusahaan mengklaim memiliki sekitar 2,5 juta pengguna dengan kantor pusat di Jakarta serta tim teknologi di Yogyakarta.
Perusahaan didirikan oleh Benedicto Haryono dan Willy Arifin dengan fokus pada inklusi keuangan melalui layanan pinjaman dan solusi finansial digital.
Dalam profil resminya, KoinWorks menyebut misinya adalah menyediakan akses solusi keuangan yang terjangkau bagi individu dan pelaku usaha di Indonesia.
Rekam Jejak
Sementara, Benedicto Haryono merupakan salah satu pendiri PT Lunaria Annua Teknologi sekaligus figur utama di balik pengembangan KoinWorks sejak awal berdiri.
Berdasarkan profil LinkedIn-nya, Benedicto menjabat sebagai Co-Founder Lunaria Annua Teknologi sejak Februari 2015. Ia juga sempat menjabat Direktur Utama PT LAT pada 2015-2022 sebelum kemudian menjadi komisaris perusahaan.
Sebelum membangun KoinWorks, Benedicto memiliki pengalaman di sejumlah perusahaan investasi dan korporasi, termasuk pernah menjadi Komisaris Independen PT Chora Agro Resources dan bekerja di APRIL Management pada bidang perencanaan strategis.
Adapun, Bernard Adrianto Arifin menjabat Direktur Operasional PT LAT sejak 2021. Dalam profil profesionalnya, ia juga tercatat sebagai Chief Operating Officer KoinWorks sejak 2017.
Sebelum bergabung di KoinWorks, Bernard memiliki pengalaman panjang di sektor perbankan, terutama pada bidang manajemen risiko dan kredit.
Ia pernah bekerja di United Overseas Bank (UOB) sebagai Credit Analyst Head, lalu di Commonwealth Bank pada divisi Credit Risk Policy Management, serta di PermataBank sebagai SME Credit Policy & Portfolio Senior Manager.
Bernard juga sempat bekerja di ANZ sebagai Compliance & AML/KYC Senior Officer.
Kemudian, Jonathan Bryan menjabat Direktur Utama PT LAT sejak 2024. Sebelumnya, ia memegang sejumlah posisi strategis di KoinWorks, mulai dari Head of Marketing, Chief Marketing Officer, hingga Chief Platform Officer.
Berdasarkan profil profesionalnya, Jonathan telah bergabung dengan KoinWorks sejak 2016 dan berperan dalam pengembangan bisnis serta strategi pemasaran digital perusahaan.
Selain aktif di KoinWorks, Jonathan juga tercatat sebagai pendiri Cubit! sejak 2015.
Sebelum masuk ke industri fintech, Jonathan pernah bekerja di CareerBuilder Indonesia pada bidang pengembangan produk dan pemasaran digital.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: