Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Dari Desa untuk Energi Nasional, PLN EPI Kembangkan Biomassa Digital

        Dari Desa untuk Energi Nasional, PLN EPI Kembangkan Biomassa Digital Kredit Foto: PLN EPI
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) bersama PT PLN (Persero) melakukan digitalisasi rumah bibit biomassa melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Electrifying Agriculture di Kalurahan Gombang, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan biomassa cofiring PLTU sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat desa.

        Sekretaris Perusahaan PT PLN Energi Primer Indonesia, Mamit Setiawan, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari pengembangan sistem pertanian terpadu tanaman energi yang dijalankan PLN EPI untuk mendukung transisi energi dan pengurangan emisi.

        “Program ini dirancang untuk mendorong modernisasi sektor pembibitan berbasis masyarakat melalui pemanfaatan energi listrik dan teknologi digital sehingga lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Mamit.

        Melalui sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things (IoT), proses pemeliharaan bibit kini dapat dilakukan secara terjadwal dan dikendalikan melalui perangkat ponsel. Teknologi tersebut dinilai mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air, mengurangi pekerjaan manual, serta menjaga kualitas bibit.

        PLN EPI mengembangkan rumah pembibitan tanaman energi seperti indigofera dan kaliandra yang nantinya digunakan sebagai biomassa campuran batu bara dalam skema cofiring PLTU. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pengurangan emisi gas rumah kaca sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

        Program Electrifying Agriculture di Gombang telah dikembangkan sejak 2023 melalui skema TJSL PLN EPI. Rumah bibit itu dikelola oleh Gapoktan Tani Mulya dengan dukungan digitalisasi penyiraman, instalasi listrik, dan pelatihan pengelolaan rumah bibit modern.

        Panewu Kapanewon Ponjong, Asih Tri Wahyuni, mengatakan program tersebut relevan dengan kondisi lahan di Gunungkidul yang didominasi kawasan kering dan lahan kritis sehingga membutuhkan inovasi pengelolaan pertanian.

        “Pendampingannya tidak hanya berhenti pada program, tetapi juga sampai masyarakat mampu mandiri mengelola rumah bibit,” ujarnya.

        Ia menyebut manfaat program mulai dirasakan masyarakat. Selain digunakan untuk tanaman energi, daun indigofera kini juga mulai dimanfaatkan warga sebagai bahan pewarna alami untuk eco print.

        Baca Juga: Chorinus Eric Nerokou Buka Workshop Litigation Skill PLN

        Sementara itu, Manager PLN UP3 Jogja dan Wonosari Agung Pratomo mengatakan pengembangan biomassa berbasis masyarakat menjadi model kolaborasi yang mendukung keberlanjutan energi nasional.

        “Tanaman energi ini nantinya digunakan sebagai campuran bahan bakar batubara di PLTU melalui cofiring. Jadi masyarakat ikut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan energi,” ujarnya.

        Ketua Gapoktan Tani Mulya Kalurahan Gombang, Satiman, mengatakan program tersebut memberikan dampak langsung bagi kelompok tani melalui kemudahan pengelolaan rumah bibit berbasis digital.

        “Dengan adanya sistem listrik dan digital ini, pengelolaan rumah bibit menjadi jauh lebih mudah dan efisien. Kami juga lebih yakin dalam menghasilkan bibit yang berkualitas, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan bagi anggota kelompok,” ujar Satiman.

        PLN EPI mencatat program Electrifying Agriculture Rumah Bibit Gombang memiliki kapasitas dukungan hingga 25.000 bibit tanaman multifungsi dan biomassa. Selain mendukung cofiring, program tersebut juga diarahkan untuk penghijauan dan penguatan ekonomi kelompok tani lokal.

        Program ini menjadi bagian dari komitmen Environmental, Social, and Governance (ESG) PLN EPI melalui pengurangan emisi, pemberdayaan masyarakat, dan penguatan tata kelola berbasis teknologiserta SOP yang terstruktur.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Istihanah

        Bagikan Artikel: