Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba Bersih Telkom Rp17,81 Triliun pada 2025

        Laba Bersih Telkom Rp17,81 Triliun pada 2025 Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) mencatat laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp17,81 triliun sepanjang 2025 atau turun 20,4% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp22,40 triliun. Penurunan laba terjadi seiring melemahnya pendapatan dan tertekannya laba usaha perseroan.

        Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (12/5/2026), pendapatan Telkom turun menjadi Rp146,74 triliun pada 2025 dari Rp149,96 triliun pada 2024 yang disajikan kembali.

        Penurunan kinerja juga tercermin pada laba usaha yang turun menjadi Rp34,64 triliun dibandingkan Rp41,45 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba sebelum pajak penghasilan turun menjadi Rp31,10 triliun dari sebelumnya Rp37,61 triliun.

        Di sisi beban, Telkom mencatat beban operasi, pemeliharaan, dan jasa telekomunikasi sebesar Rp41,23 triliun pada 2025. Beban penyusutan dan amortisasi tercatat Rp37,64 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp34,18 triliun.

        Beban karyawan mencapai Rp16,36 triliun, sedangkan beban interkoneksi tercatat Rp7,01 triliun. Perseroan juga membukukan beban umum dan administrasi sebesar Rp6,60 triliun serta beban pemasaran Rp3,28 triliun.

        Dari sisi neraca, total aset Telkom hingga akhir 2025 tercatat sebesar Rp287,75 triliun atau turun dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp291,38 triliun. Penurunan terutama terjadi pada aset tetap yang turun menjadi Rp165,45 triliun dari sebelumnya Rp170,33 triliun.

        Jumlah liabilitas perseroan tercatat relatif stabil di level Rp137,22 triliun dibandingkan Rp137,18 triliun pada akhir 2024. Sementara itu, total ekuitas turun menjadi Rp150,53 triliun dari sebelumnya Rp154,20 triliun.

        Telkom juga mencatat arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp63,84 triliun sepanjang 2025, naik dibandingkan Rp61,60 triliun pada tahun sebelumnya. Namun arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas pendanaan meningkat menjadi Rp37,74 triliun dari Rp27,50 triliun.

        Kas dan setara kas perseroan pada akhir 2025 tercatat Rp34,22 triliun, naik dibandingkan posisi akhir 2024 sebesar Rp33,90 triliun.

        Baca Juga: Telkom (TLKM) Bakal Gelar Buyback Saham Rp1 Triliun

        Baca Juga: Telkomsel Genjot Talenta AI! IndonesiaNEXT ke-10 Siap Cetak Generasi Digital Unggul

        Direktur Utama Telkom Dian Siswarini menegaskan bahwa eksekusi strategi transformasi telah menjadi fokus utama perseroan sejak 2025.

        “Lewat strategi TLKM 30, Telkom memantapkan arah transformasi yang lebih terstruktur untuk mengakselerasi terwujudnya visi sebagai penggerak ekosistem digital nasional yang berdaya saing global, sekaligus menciptakan nilai jangka panjang bagi seluruh pemangku kepentingan," tegas Dian,  dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (12/5/2026). 

        Ia mengatakan perseroan tetap menjaga stabilitas kinerja di tengah proses transformasi perusahaan.

        “Sepanjang tahun 2025 Telkom telah berhasil menjaga kinerja yang stabil berkat strategi transformasi TLKM 30. Di tahun 2026, Telkom berada pada fase penting dalam mengakselerasi dan melanjutkan eksekusi transformasi. Dengan disiplin operasional, kami semakin yakin dapat memperkuat daya saing dan menciptakan nilai yang berkelanjutan. Ke depan, Telkom akan terus melangkah dengan arah yang lebih terstruktur untuk menghadirkan kinerja yang semakin solid serta memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Dian. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: