Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        OJK Catat Pembiayaan Produktif Fintech Lending Tembus Rp34,66 Triliun, Melonjak 23,4%

        OJK Catat Pembiayaan Produktif Fintech Lending Tembus Rp34,66 Triliun, Melonjak 23,4% Kredit Foto: Azka Elfriza
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Otoritas Jasa Keuangan mencatat outstanding pembiayaan produktif industri pendanaan daring (Pindar) mencapai Rp34,66 triliun pada Maret 2026 atau tumbuh 23,40% secara tahunan (year on year/yoy).

        Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, LKM, dan LJK Lainnya OJK, Agusman, mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan tren pengembangan pembiayaan produktif di industri fintech lendingyang masih terus berjalan meski menghadapi berbagai tantangan.

        “Outstanding pembiayaan produktif industri Pindar pada Maret 2026 tumbuh 23,40% yoy menjadi sebesar Rp34,66 triliun. Tren pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pengembangan pembiayaan produktif terus berjalan meskipun porsi outstanding pembiayaan produktif terhadap total outstanding pembiayaan industri Pindar masih dalam proses peningkatan,” ujarnya dalam lembar jawaban tertulis, Selasa (12/5/2026).

        Agusman mengatakan peningkatan pembiayaan produktif menjadi salah satu fokus utama regulator untuk memperkuat kontribusi industri fintech lending terhadap sektor produktif nasional. Namun, berbagai tantangan seperti dinamika ekonomi, keterbatasan data kelayakan usaha, hingga infrastruktur pendukung yang belum merata masih menjadi hambatan.

        Baca Juga: Pengguna Pindar Paham Bunga Pinjaman, Namun Masih Rentan Salah Ambil Utang

        Baca Juga: Utang Pinjol Masyarakat RI Capai Rp101 Triliun, Tumbuh 26%

        Baca Juga: OJK Terima 11.753 Aduan, 951 Pinjol Ilegal Ditindak

        Untuk memperbesar porsi pembiayaan produktif, regulator mendorong penguatan kualitas penyaluran kredit dan penerapan prinsip kehati-hatian oleh penyelenggara Pindar.

        “Ke depan, optimalisasi porsi pembiayaan produktif terus didorong antara lain melalui penguatan kapasitas penyaluran dan peningkatan kualitas analisis kredit, sehingga porsi pembiayaan produktif dapat meningkat secara bertahap dengan tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan pelindungan konsumen,” katanya.a

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: