Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        BCA Life Cetak Premi Rp2 Triliun, Saat Industri Asuransi Melemah

        BCA Life Cetak Premi Rp2 Triliun, Saat Industri Asuransi Melemah Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT BCA Life mencatat pendapatan premi lebih dari Rp2 triliun sepanjang 2025, menjadi capaian tertinggi dalam 12 tahun terakhir. Kinerja tersebut diraih di tengah penurunan pendapatan premi industri asuransi jiwa nasional sebesar 1,8%.

        Anak usaha Bank Central Asia itu membukukan pertumbuhan premi sebesar 32,91% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp1,5 triliun. Pertumbuhan tersebut ditopang optimalisasi kanal distribusi, terutama melalui kemitraan bancassurance dengan BCA dan Grup BCA.

        Selain premi, total aset perseroan juga tumbuh signifikan sebesar 39,29% dari Rp3,36 triliun pada 2024 menjadi Rp4,68 triliun pada 2025. Sementara itu, laba setelah pajak tercatat sebesar Rp96,61 miliar.

        Presiden Direktur sekaligus Chief Executive Officer (CEO) BCA Life, Eva Agrayani, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan strategi bisnis perusahaan yang berfokus pada penguatan fundamental dan kebutuhan nasabah.

        “Kinerja positif yang kami capai pada 2025 mencerminkan konsistensi BCA Life dalam menjalankan strategi pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan. Kami tidak hanya berfokus pada ekspansi bisnis, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan didukung fundamental yang kuat, manajemen risiko yang prudent, serta komitmen jangka panjang untuk melindungi nasabah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2026).

        Dari sisi investasi, BCA Life mencatat kenaikan nilai investasi sebesar 43,67% dari Rp3 triliun menjadi Rp4,31 triliun pada 2025. Investasi tersebut didominasi instrumen Surat Berharga Negara (SBN) guna menjaga stabilitas dan risiko yang terukur.

        Tingkat solvabilitas atau Risk Based Capital (RBC) juga terjaga di level 431,20%, jauh di atas ketentuan minimum regulator.

        Sepanjang 2025, BCA Life membayarkan klaim dan manfaat sebesar Rp465,28 miliar kepada nasabah sebagai bagian dari komitmen perlindungan perusahaan.

        Memasuki 2026, BCA Life menyatakan akan melanjutkan penguatan distribusi dan pengembangan layanan digital.

        Baca Juga: Skema Baru OJK, RBC Asuransi Dipecah Jadi Dua Tier

        Baca Juga: Bos AAJI Bongkar Biang Kerok Premi Asuransi Kesehatan Terus Naik

        Baca Juga: Premi Industri Asuransi Hanya Tumbuh 0,74%, Klaim Malah Melesat 5,56%

        “Kami optimistis dapat menjaga momentum pertumbuhan dengan terus memperkuat kapabilitas distribusi, menghadirkan produk-produk baru yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, mengoptimalkan pengalaman nasabah yang terintegrasi dengan ekosistem digital, serta meningkatkan literasi dan inklusi asuransi di Indonesia,” katanya.

        Sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan, BCA Life juga mulai menerapkan standar pelaporan keuangan IFRS 17/PSAK 117 yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2025.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Azka Elfriza
        Editor: Annisa Nurfitri

        Bagikan Artikel: